Ibu, tertegun hati ini. Ingin rasanya pulang. Mencium tanganmu, bertemu denganmu, memakan masakanmu. Ibu, banyak hal yang kurindukan darimu. Banyak hal yang tidak bisa kutemui disini, ditempat perjuanganku menuntut ilmu. Ibu, banyak tangan-tangan yang kucium. Guru, dosen, atau orang-orang lain yang aku hormati. Tapi tetap tangan lembutmu yang paling kurindu untuk kucium, kujabat, kugenggam. Tangan yang selalu membelaiku dengan penuh kasih sayang. Ibu, sudah banyak orang yang aku temui disini, mengenal sifat mereka. Tapi belum lengkap rasanya, belum nyaman hati ini jika belum bertemu denganmu. Meskipun teknologi sekarang canggih, aku tetap ingin bertatap muka secara langsung, tak terhalang oleh layar kaca. Aku ingin berbicara secara langsung, tak terbatasi oleh benda seukuran genggaman tangan itu. Kau yang paling kurindukan, kau yang paling ingin kutemui, kau sosok yang paling ingin kuukir senyumnya, bu. Ibu, walaukata jaman sudah modern, rumah makan dimana-mana, hidangan cepat saji...