Ah, hari sudah larut malam. Tapi mataku masih tetap terpaku melihat tulisan pualam antara bimbang dan tegang, tapi ingin ku bagi agar yang melihat tau bahwa perasaan bisa menerkam Berawal dari flash back tahunan yang entah. Tapi berharap ini bisa menjadi dakwah Agar aku, kamu, mereka, dan kita, sama-sama tau bahwa anugerah tak selamanya harus kita curah Agar aku, kamu, mereka, dan kita, sama-sama tau bahwa yang indah tak selalu harus merekah Atau...biarkan kelak merekah, tapi diwaktu yang terlimpah Berlimpah, tapi saat semua boleh tercurah Kalau waktunya belum tepat? itu namanya berlimbah, Teringat baitan indah dari saudara sekaligus guruku, pengingatku, Teh Seni Harni. Semoga bisa menjadi pengingat bagi diri, dan pembaca. Iya, kamu juga yang sedang membaca ini. Dimulai ketika status-status facebook tidak penting itu bermunculan. Mungkin menggelitik hati. Ketika semua masih belum kutahu. Lalu munculah kalimat manis dari Teh Seni di dinding profilku, penuh dengan cinta k...