Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Dear Diri Sendiri, Sebuah Cerita Flash Back

Dear diri sendiri, Aku tulis ini biar bisa kamu inget, bahwa kamu pernah punya cerita seperti ini. Satu hari setelah ujian OSCE, tepatnya tanggal 5 Desember, kamu bilang mau istirahat dulu, nenangin diri dulu, refreshing . Seharian itu kamu cuma main hp. Biar ga keliatan sia-sia atau buang-buang waktu, kamu sekalian apply-apply kerja dengan ngirim CV ke beberapa perusahaan. Kamu jelasin di badan e-mail bahwa saat ini kamu sedang semester 2 apoteker. Oleh karena itu jika belum bisa memenuhi kriteria dalam waktu dekat ini, semoga kedepannya masih bisa dipertimbangkan jika ada recruitment lagi. Kemudian... Senin, 10 Desember 2018 pagi hari, kamu dapet telfon masuk dari PT. X yang ngundang interview kerja hari Selasa. Kamu bilang kamu ga bisa, karena hari Selasa kamu ada sidang kompre. Kamu jelasin bahwa kamu masih studi. Sampai akhirnya ditanya kapan bisa interview nya? Terus kamu malah bilang "kemungkinan Januari". Polos sekali... Kamu kira itu p...

Dan Perempuan itu Aku

Berasa melamban, diantara yang tetap bergerak. Berasa tetap mengayuh, tapi dengan tenaga seadanya, dengan pikiran seadanya, diantara hal-hal lain yang juga harus dipikirkan. -Dan orang lain yang juga harus diperhatikan. Tapi sekaligus merasa ini kehebatan perempuan, tetap memikirkan fokus yang lain, dan jika mampu dan beruntung, sambil merajut impiannya sendiri. Meskipun tak secepat pada awalnya. Pada akhirnya perempuan akan melamban. Bahkan rela melamban, dengan senang hati. Karena ia membantu yang lain, memikirkan yang lain. Seringkali, tanpa paksaan, mengesampingkan impian yang awalnya ia rajut sendiri. Jika beruntung, dengan sisa tenaga dan fikiran yang ia miliki, ia melanjutkan impiannya. Sekarang tidak boleh ada kata "memikirkan diri sendiri"  terbesit dibenaknya. Sekali lagi, ini bukan kelemahannya. Ini justru kelebihannya. Mundur selangkah untuk mendorong maju orang-orang disekitarnya, yang menjadi tanggung jawabnya. Dalam dukungan perbuatan dan doanya yang juga t...

A dreamer's story : Hasrat Mimpiku yang Baru

Usia 20an. Okay, lebih tepatnya sekarang udah 23 tahun. Aku ngerasa sifat ambisiusku masih ada, tapi levelnya berkurang ga kaya dulu pas jaman-jaman S1. Well, ambisius disini positif ya, terkait mimpi-mimpi yang mau aku capai dan wujudin. Entah kenapa rasanya semakin bertambah umur progres buat punya mimpi-mimpi baru jadi lebih lambat, mungkin karena sekarang lebih realistis kali yaaa dan banyak hal lain juga yang harus dipikirin. Saudara-saudara dan beberapa temen pada nyaranin aku buat langsung lanjutin studi S2, dan jadi dosen katanya. Well, I don't know, am I capable enough to be a lecturer?. Aku emang suka banget sama yang namanya kuliah. I mean, aku suka lingkungannya, pendukungan untuk belajar. Dalam kata lain, aku suka ilmu. Even though I know that I am not the smartest student on my class. Bahkan banyak hal lucu terkait peringkat nilai. Singkat cerita, setelah beberapa lama ini aku belum nemuin "mimpi baru" antara lanjut studi S2 atau kerja (mengingat aku adala...

Rindu Mata Pelajaran Pendidikan Budi Pekerti dan Aqidah Akhlak

Andai semua orang paham terkait “ngingetin/nasehatin/ngasih tau kesalahan orang itu jangan di depan umum. Tapi ajak dia dan obrolkan berdua, secara personal. Kalo didepan umum itu bukan nasihat, tapi ngebeberin aib orang itu” . Astagafirullah: (. Karena ga semua orang punya hati yang kuat dan menerima dinasehati di depan umum. Percayalah mereka semua menerima dinasehati, mereka berterima kasih telah diingatkan. Tapi kalau di depan umum, itu namanya menjatuhkan harga diri kawannya. Dan ga paham sih kenapa masih banyak orang yang dengan santainya ngetawain kesalahan orang lain didepan umum pula. Jadi udah dinasehatin depan umum sama si A, dengan santainya si B memperburuk psikis dengan ngetawain juga didepan umum. : ( Pendidikan moral harus ditanamin dan DIAPLIKASIKAN sama semua orang. Entah sih, aku ngerasa bersyukur dulu pas masih kecil masih ada pelajaran Pendidikan Budi Pekerti di Sekolah. Lebih tepatnya, rindu untuk belajar itu, jadi kurang lebihnya akan bisa lebih ...

Impian Baru untuk Pejuang Prestasi

Bismillah.... Pagi ini, Minggu 11 Februari 2018 aku nemuin impian baru untuk Pejuang Prestasi. Sebelumnya, ijinin aku buat ngejelasin apa itu Pejuang Prestasi. Pejuang Prestasi merupakan non-profit organization yang bergerak dibidang peningkatan pendidikan dan memberikan motivasi untuk terus berkarya dan berprestasi. Informasi-informasi yang umumnya kita sampaikan adalah terkait international conference , informasi beasiswa, dsb. yang paling seru, menurutku, adalah program kerja Sharing Online Pejuang Prestasi (Sharon) yang biasa kita laksanain secara gratis via grup whatsapp. Pemateri nantinya akan kita undang ke dalam grup untuk sharing pengalaman, informasi, dan tips and tricks mereka. Pejuang Prestasi udah beberapa kali ngadain Sharon; terkait studi di Belanda (Wageningen Univ) dengan beasiswa LPDP, Tips and Tricks Student Exchange dan menjadi Mahasiswa Berprestasi, 35 Days Lost in Europe yang berisi sharing pengalaman travelling berfaedah ke beberapa negara di Eropa,...

Dad: a daughter's first love

'Dad: a daughter's first love'. Yep. This is sooo true! Dan ya, kata orang, dari sosok ayahlah kita bisa netapin standar laki-laki (sorry to say 🙏). Mungkin ada benernya juga. Karena ayahlah sosok laki-laki yang selalu menjaga putrinya, sumber ilmu awal (selain ibu), tempat diskusi (baik itu tentang agama maupun dunia). Sosok yang melindungi putrinya, tidak ingin menyakiti putrinya, yang memastikan bahwa dia akan merawat dan menjaga putrinya. Menanamkan mimpi-mimpinya, dan mendukung semua impian putrinya. Ayah, referensi dengan bukti terpercaya 😆. Iya. Ayah yang ngajarin aku buat ga takut bermimpi. Kalimat ayah juga yang ngebuat aku terharu, "Silahkan sekolah setinggi-tingginya, dimana pun tempat terbaiknya. Jangan khawatirin biaya. Itu urusan ayah. Yang penting kamu belajar". Juga kalimat "Seperti apa kataku dulu", katanya. "Kepakkan sayapmu, sejauh yang kau mau, sepanjang kau mampu" yang ayah tulis pas aku berhasil ng...