Langsung ke konten utama

Rindu Mata Pelajaran Pendidikan Budi Pekerti dan Aqidah Akhlak

Andai semua orang paham terkait “ngingetin/nasehatin/ngasih tau kesalahan orang itu jangan di depan umum. Tapi ajak dia dan obrolkan berdua, secara personal. Kalo didepan umum itu bukan nasihat, tapi ngebeberin aib orang itu”. Astagafirullah: (.

Karena ga semua orang punya hati yang kuat dan menerima dinasehati di depan umum.

Percayalah mereka semua menerima dinasehati, mereka berterima kasih telah diingatkan. Tapi kalau di depan umum, itu namanya menjatuhkan harga diri kawannya.

Dan ga paham sih kenapa masih banyak orang yang dengan santainya ngetawain kesalahan orang lain didepan umum pula. Jadi udah dinasehatin depan umum sama si A, dengan santainya si B memperburuk psikis dengan ngetawain juga didepan umum. : (

Pendidikan moral harus ditanamin dan DIAPLIKASIKAN sama semua orang.

Entah sih, aku ngerasa bersyukur dulu pas masih kecil masih ada pelajaran Pendidikan Budi Pekerti di Sekolah. Lebih tepatnya, rindu untuk belajar itu, jadi kurang lebihnya akan bisa lebih ngejaga diri dan sikap kepada orang lain. Lebih bisa mikir dulu sebelum nyampein pendapat atau bahkan protes. Karena segala sesuatu itu ada adabnya. Bagaimana cara kita mengemas agar orang lain tidak sakit hati.

Well, sangat berharap mata pelajaran Pendidikan budi pekerti itu sampai sekarang masih rutin diajarkan di sekolah-sekolah, bahkan kalau bisa diajarkan pula di Perguruan Tinggi.

Inget banget dulu diajarin untuk tidak menghina orang lain, bahkan tidak menghina karya orang lain meskipun jelek. Ditambah lagi di Madrasah digeber dengan mata pelajaran Aqidah Akhlak. Kita diajarin untuk tidak membeberkan aib orang. Kalo tidak suka dengan sesuatu, jangan diumbar ke orang lain. Kalo nemu keburukan atas sesuatu, cukup pahami dalam diri dan tidak usah membeberkan keburukan itu ke orang-orang. Tutupi aib orang.

Dan kalo mau ngingetin, kasih tau secara personal. Jangan didepan umum.

Salah satu rangkuman dari pelajaran pendidikan budi pekerti dan aqidah akhlak: “Kalo mau ngelakuin/bersikap/berkata sesuatu sama seseorang, coba bayangin dulu kalo kamu diposisi dia dan digituin. Jadi sebelum bertindak ke orang lain, tanya dulu ke diri kita kalo kita digituin gimana? , suka ga? , sakit ga? . Filter dulu”.

Kecuali kalo kamu dan dia udah sahabat dekeeeetttt banget dan udah biasa aja kalopun ledek-ledekan dan niatnya baik, ya itu terserah. Cuma yang harus selalu diingat, ga semua orang itu selow digituin. Banyak orang yang baperan. Jadi make sure adab kita baik terhadap siapapun. Dan kalo ada yang kurang berkenan, minta maaf. Dan kalo dinasihatin, berbesar hatilah dan ucapkan terima kasih.

Maafkan aku yang pagi-pagi gini udah nulis panjang kali lebar. Semoga ada manfaatnya. Dan ini untuk reminder ke diri sendiri. Sekian dan terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merindu (lagi)

Satu hal yang kubenci dari merindu ; ketika rindu, tapi tak bisa berbuat apa-apa BBM, Whats App, Line, bagiku terlalu tidak instan. Aku tak ingin slow respon . Tapi apa daya, bakatnya mahasiswa yang merantau, ketika rindu yang memuncak namun kondisi keuangan mencekak ; tak punya pulsa. Aku memang sangat ingin menelfon kalian, menanyakan kabar dan memberanikan diri berkata, "Ayah, Ibu, yang sehat ya. Laras sayang kalian". Semua omong kosong jika disandingkan dengan fakta saldo pulsa. Klasik sekali masalah ini. Rasanya ingin UAS secepatnya selesai. Ingin uang beasiswa secepatnya cair. Dan aku bisa pulang dari perantauan. Bertemu dan menghilangkan kerinduan. Malam ini, puncak dari kerinduan itu. Saat kucoba menelfon dengan BBM, Whats App, tapi tak ada jawaban. Gemes. Ingin menelfon tapi tak bisa!. Dan obat dari segala obat rindu ; doa. Diakhir solat ku berdoa, ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluargaku. Jauhkan kami dari siksa api ner...

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...

Inilah (Curcolan) Tugas Farmasis

Intro: Me: anak farmasi yang "ga mau diem" ;  Curiosity tinggi, ibarat bahasa perusahaan yang lagi buka lowongan kerja "any kind of science are welcome". Lebih seneng bikin project sana-sini. Lebih seneng screening mana orang yang bisa berpotensi diajak dalam tim di project. Seneng ketemu orang baru, ngejalin relasi. Seneng ngebuat gagasan dan ide-ide baru untuk dituangkan dalam project dan paper. Ga cuma project spesifik farmasi, tapi juga psikologi ataupun integrated science lainnya. Part-time researcher. Tertarik juga dengan bidang pendidikan dan peningkatan prestasi. Seneng dengan ilmu-ilmu baru. Kemudian, pas liat berita terbaru penyakit yang disosialisasikan dari rumah sakit/puskesmas/ bahkan apoteker yang kerja di industri farmasi ---- me, langsung ngerasa "lho, Ras. Itu juga loh nantinya duniamu. Community pharmacy dan industri farmasi". Me----iyayah, berasa ga nyantai. Inti: Sosialisasi terkait penyakit difteri sedang digencarkan seluas-lua...