Langsung ke konten utama

Inilah (Curcolan) Tugas Farmasis

Intro:

Me: anak farmasi yang "ga mau diem" ; 
Curiosity tinggi, ibarat bahasa perusahaan yang lagi buka lowongan kerja "any kind of science are welcome".

Lebih seneng bikin project sana-sini. Lebih seneng screening mana orang yang bisa berpotensi diajak dalam tim di project. Seneng ketemu orang baru, ngejalin relasi. Seneng ngebuat gagasan dan ide-ide baru untuk dituangkan dalam project dan paper. Ga cuma project spesifik farmasi, tapi juga psikologi ataupun integrated science lainnya. Part-time researcher. Tertarik juga dengan bidang pendidikan dan peningkatan prestasi. Seneng dengan ilmu-ilmu baru.

Kemudian, pas liat berita terbaru penyakit yang disosialisasikan dari rumah sakit/puskesmas/ bahkan apoteker yang kerja di industri farmasi ---- me, langsung ngerasa "lho, Ras. Itu juga loh nantinya duniamu. Community pharmacy dan industri farmasi". Me----iyayah, berasa ga nyantai.

Inti:

Sosialisasi terkait penyakit difteri sedang digencarkan seluas-luasnya. Peran kita juga untuk mencegah penyebaran tersebut. Ga nyantai. Sangat diperlukan adanya tindakan preventif agar masyarakat terpahamkan sehingga menekan penyebaran dan penularannya. Ini baru satu penyakit. Belum lagi kasus resistensi antibiotik, sangat butuh obat-obatan antibiotik yang baru which is harus ngelakuin riset dulu. Coba ada senyawa baru apa yang berpotensi jadi antibakteri, juga antivirus sehingga bisa menekan pandemi, bahkan mungkin epidemi.

Ada tuntutan peran. Ada sustainable development goals yang harus diwujudkan. Yaps, goals nomer 3 di SDGs. Pelik, kompleks. Penyakit-penyakit yang umum di masyarakat, baik penyakit ringan atau penyakit jangka waktu lama. Penyakit karena faktor usia, atau memang gaya hidup yang buruk. Penyakit yang paling banyak dihadapi di dunia.

Belum lagi terkait mental health, yang juga menjadi peran kita. Makin banyak orang-orang yang depresi, masih perlu pencerdasan terkait penanganan pasien dengan phsycological disorder. Ga sedikit juga kasus penyalahgunaan obat.

Pencerdasan dan inovasi pengobatan harus selalu berjalan. Dan karena yang kamu hadapi adalah makhluk hidup, maka kamu harus kerja dengan sangat teliti, hati-hati, miliki evidence base yang kuat.

Dan karena kamu sudah sadar, bahkan di awal semester perkuliahan, bahwa kerjaan dan tugasmu kelak memang tidak santai. Akan ada banyak orang yang harus kamu pedulikan, meskipun tidak ada hubungan kekerabatan. Patient care. Terserah kamu mau kerja dibelakang layar atau depan layar. Tujuan utamanya sama: berusaha semaksimal mungkin untuk kesehatan dunia. Inovasi, penelitian, pencerdasan, pengabdian, harus ada dalam dirimu, dalam kerjamu.

Memang tidak santai. Karena kamu sudah terlanjur peduli, bahkan sebelum disumpah. Kamu sadar akan peran besar. Dan harus berpartisipasi di dalamnya. Tidak ada paksaan, tapi kamu harus selalu berusaha optimal. Silahkan saja jika kamu merasa hal ini terlalu berbeban dan kamu ingin keluar, silahkan tutup telinga dan tidak peduli. Tapi tidak akan aku lakukan itu. Aku tau konsekuensinya masuk jurusan kesehatan. Aku sudah terlanjur terikat, dan dengan senang hati aku peduli dan ingin mengabdi. Patient oriented. Ngabdi oriented. Ini perbedaannya, kamu itu bekerja pada sebuah "profesi". Tertanam dalam jiwamu, dan kelak juga akan tercantum di belakang namamu, apoteker.

Jadi, pilih perananmu dibidang manapun yang kamu suka. Silahkan belajar ilmu-ilmu lain diluar farmasi. Belajarlah sebanyak-banyaknya integrated science, karena ketika kamu kembali, kamu lebih kaya inovasi untuk kesehatan negeri, bahkan dunia. Teruskan project-projectmu. Entah itu dibidang kesehatan ataupun pendidikan. Jalankan keduanya jika kamu sanggup. Gunakan wawasan dan ilmu yang kamu punya. Silahkan kerjasama dengan lintas jurusan. Perkaya gagasan lewat sharing ilmu dari jurusan lain, lewat membaca, lewat memahami. Jangan batasi ide. Gunakan untuk kebermanfaatan orang banyak. Niatkan dengan niatan terbaik, dan semoga Allah ridho.

Komentar

  1. BAE Systems - Blue Titanium Arches
    Blue trekz titanium pairing titanium arches offers 출장마사지 the titanium rod lowest possible price guaranteed titanium sia on our gaming products, from only €6.90 per order and titanium screws only a €1.95 per

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merindu (lagi)

Satu hal yang kubenci dari merindu ; ketika rindu, tapi tak bisa berbuat apa-apa BBM, Whats App, Line, bagiku terlalu tidak instan. Aku tak ingin slow respon . Tapi apa daya, bakatnya mahasiswa yang merantau, ketika rindu yang memuncak namun kondisi keuangan mencekak ; tak punya pulsa. Aku memang sangat ingin menelfon kalian, menanyakan kabar dan memberanikan diri berkata, "Ayah, Ibu, yang sehat ya. Laras sayang kalian". Semua omong kosong jika disandingkan dengan fakta saldo pulsa. Klasik sekali masalah ini. Rasanya ingin UAS secepatnya selesai. Ingin uang beasiswa secepatnya cair. Dan aku bisa pulang dari perantauan. Bertemu dan menghilangkan kerinduan. Malam ini, puncak dari kerinduan itu. Saat kucoba menelfon dengan BBM, Whats App, tapi tak ada jawaban. Gemes. Ingin menelfon tapi tak bisa!. Dan obat dari segala obat rindu ; doa. Diakhir solat ku berdoa, ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluargaku. Jauhkan kami dari siksa api ner...

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...