Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

212 - Becoming a History of Indonesia

Here I start. The reason why I write this is because my tears flows out and I asked myself,  "what can you do for your Deen?" then my heart whispered, "you understand English, why don't you try to write all of the information about 212 in English just to tell the world how amazing the 212 was". And bismillah... I am trying to write this truthfully. Pardon me if you found some grammatical errors hehe *peace. This action (December, 2nd, 2016) was originally triggered by accusations that Ahok insulted Islam. He said that we (muslims) are fooled by the ulama about the meaning of surah Al-Maidah. Actually Ahok wants to attack his opponents ahead for the election in February. But he was wrong, the MUI said that he must be prisoned with charges of insulting the Holy Qur'an. But until now, Ahok has not been prisoned. There is something wrong with the law and we (muslims) want to uphold the justice. so more than 7 million muslims are doing peaceful action in Jaka...

Judulnya Izzah dan Iffah :D

Hai. Hanya sedang ingin menulis tentang sesuatu yang sedikit lebih serius. Tenang, ga usah seserius itu... hehe. Take it a little easy :D. Tentang prinsip, tentang menjaga, dan pastinya tentang hijrah. kamu tau, yang namanya hijrah tidak cukup sekali. Ada banyak sekali kebaikan, dan aku sedang berusaha mencapai setiap titik kebaikan itu. Hijrah pun berproses. dan karena orang yang berhijrah berarti berkomitmen untuk menjadi lebih baik, maka tolong bantu aku, ingatkan aku. Hmm... lumayan bingung mulai dari mana. tapi ijinkan aku menceritakannya. Aku kagum dengan orang-orang yang bisa mengamalkan ilmu agamanya. Islam merupakan agama yang sempurna, semua sudah tersusun rapi dan beraturan. ketika itu diterapkan dalam kehidupan harian, waah aman damai sentosalah hidup ini. Aku sedang belajar untuk mengamalkan ilmu ini. Doakan yah. Mulai dari hal-hal kecil hingga hal yang prinsipal. dan kamu tau? untuk terus bisa istiqomah mengamalkannyalah yang memang sulit-sulit gampang. Makan...

Dari Pekanbaru sampai Kayangan Estate (Rokan Hilir), Riau

Tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II  Bismillah... " Terima kasih ya Allah, aku terbang lagi " - Diperjalanan Bandung-Pekanbaru 2 Oktober 2016. ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Keluarga :). 46 mahasiswa dari berbagai jurusan dan dari berbagai Universitas di Indonesia Halo, ini merupakan kegiatan dari Indofood Leadership Camp IV BISMA Batch 8. Di camp ini, ada 46 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Sebelumnya, terima kasih kepada Yayasan Karya Salemba Empat, PT. Indofood Sukses Makmur Tbk., serta PT. Salim Ivomas Pratama yang merupakan anak dari PT. Indofood. Terima kasih telah mengizinkan saya untuk bisa belajar lebih banyak dan sampai di camp IV ini. Alhamdulillah bersyukur bisa jadi bagian BISMA batch 8 (Beasiswa Indofood Sukses Makmur). Suatu pengalaman yang luar biasa bisa mengenal lebih dalam tentang perkebunan kelapa sawit di Riau, wilay...

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...

Suru Siapa Keluar dari Zona Nyaman?

Bismillah... cerita ini ditulis di H-2 keberangkatan. Akhir-akhir ini dibuat "mikir" terus. Makan tetep enak, tidur begadang  :v. Pagi siang sore malem nyari solusi, revisi, dan tentunya nyemangatin diri sendiri. Ya beginilah ngemban "tugas negara". Capek? jangan dikira Tadi pagi sampe "mual" gara-gara ngerjain ini terus. Tapi kalo jalannya lurus, mana bisa kemenangan diraih dengan mulus. Hati diuji untuk tulus. Ya.... suru siapa keluar dari zona nyaman? kalo dulu ga submit proposal PKM, mungkin kamu saat ini masih di Purwakarta buat ngejalanin 1 bulan KKN, tanpa dispen. kalo dulu ga apply, mungkin kamu bisa bobo cantik tiap malem, bahkan siang (mereun eta ge :v). Ya.... suru siapa keluar dari zona nyaman? But, really, Alhamdulillah, makasih ya Allah I'm blessed. Bersyukur banget bisa ngerasain ini semua. Ngalamin pusing yang harus ditertawai, revisi yang harus disenyumi, dan begadang yang harus dinikmati. Yang pasti banyak juga kemuda...

2 Cerita Hari ini ; Hati-Hati Penipuan

Halooo blog yang udah lama ga terjamah, maafkan yaaa. *oke abaikan sarang laba-laba di sudut blog ini.  LOL Jadi,  tadi siang alhamdulillah kami (tim pkm-k tas Cholesterol) selesai menghadapi Monev Eksternal *doakan yang terbaik untuk pimnas yah. kalo mau tau info lebih lanjut tentang produk kami,  silahkan kunjungi instagram @tascholesterol , facebook.com/tascholesterol *loh malah promosi.  hehe bukan,  inti bahasannya bukan itu. lebih ke rasa syukur karena monev udah terlewati, dengan menyenangkan pastinya yeay! yang kedua,  aku dapet sms yang mengatasnamakan WR 1 Unpad. inti smsnya adalah Larasati Amaranggana (farmasi) jadi peserta yang mendampingi WR 1 buat acara Rakernas Ditjeal 11-12 Juli nanti. Prta dapet uang 7 juta untuk akomodasi. Surat undangannya harus aku ambil besok pagi di ruangan beliau. Galau lah aku,  orang malem ini jadwal pulang ke Indramayu. kalo di cancel,  hangus dong tiket keretanya. intinya,  sesuai sama ...

Barisan Puisi

Ada yang hilang Ada yang berubah Dari kebiasaanku Dari hal yang dulu biasa Dari yang mudah Kini menjadi agak lebih sulit Agak lebih rumit Ada yang hilang, bahkan berbait-bait puisi ....... Memandangmu bak mentari, Namun aslinya itu ilusi. Memandangmu bak madu, Namun aslinya rumpun kayu. Bahkan sebuah simponi, Bisa jadi hanya ironi. Opini yang membuatnya begitu manis, Tapi nyatanya jiwamu yang terisis. ....... Ini puisi mereka untukmu, dear Untuk melengkapi apa yang harus kau isi Masihkah mampu untuk bernyanyi? Kau bilang kau nada yang sesungguhnya Tapi noktahmu yang menjadikannya nyaring tak bersua ....... Dan diantara sederetan panjang kegundahan Kau bahkan tak berani mengucap You   put it all, then you keep in silence If only I could turned back time Then I know what I s...