Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Dan Perempuan itu Aku

Berasa melamban, diantara yang tetap bergerak. Berasa tetap mengayuh, tapi dengan tenaga seadanya, dengan pikiran seadanya, diantara hal-hal lain yang juga harus dipikirkan. -Dan orang lain yang juga harus diperhatikan. Tapi sekaligus merasa ini kehebatan perempuan, tetap memikirkan fokus yang lain, dan jika mampu dan beruntung, sambil merajut impiannya sendiri. Meskipun tak secepat pada awalnya. Pada akhirnya perempuan akan melamban. Bahkan rela melamban, dengan senang hati. Karena ia membantu yang lain, memikirkan yang lain. Seringkali, tanpa paksaan, mengesampingkan impian yang awalnya ia rajut sendiri. Jika beruntung, dengan sisa tenaga dan fikiran yang ia miliki, ia melanjutkan impiannya. Sekarang tidak boleh ada kata "memikirkan diri sendiri"  terbesit dibenaknya. Sekali lagi, ini bukan kelemahannya. Ini justru kelebihannya. Mundur selangkah untuk mendorong maju orang-orang disekitarnya, yang menjadi tanggung jawabnya. Dalam dukungan perbuatan dan doanya yang juga t...