Ada yang hilang Ada yang berubah Dari kebiasaanku Dari hal yang dulu biasa Dari yang mudah Kini menjadi agak lebih sulit Agak lebih rumit Ada yang hilang, bahkan berbait-bait puisi ....... Memandangmu bak mentari, Namun aslinya itu ilusi. Memandangmu bak madu, Namun aslinya rumpun kayu. Bahkan sebuah simponi, Bisa jadi hanya ironi. Opini yang membuatnya begitu manis, Tapi nyatanya jiwamu yang terisis. ....... Ini puisi mereka untukmu, dear Untuk melengkapi apa yang harus kau isi Masihkah mampu untuk bernyanyi? Kau bilang kau nada yang sesungguhnya Tapi noktahmu yang menjadikannya nyaring tak bersua ....... Dan diantara sederetan panjang kegundahan Kau bahkan tak berani mengucap You put it all, then you keep in silence If only I could turned back time Then I know what I s...