Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Barisan Puisi

Ada yang hilang Ada yang berubah Dari kebiasaanku Dari hal yang dulu biasa Dari yang mudah Kini menjadi agak lebih sulit Agak lebih rumit Ada yang hilang, bahkan berbait-bait puisi ....... Memandangmu bak mentari, Namun aslinya itu ilusi. Memandangmu bak madu, Namun aslinya rumpun kayu. Bahkan sebuah simponi, Bisa jadi hanya ironi. Opini yang membuatnya begitu manis, Tapi nyatanya jiwamu yang terisis. ....... Ini puisi mereka untukmu, dear Untuk melengkapi apa yang harus kau isi Masihkah mampu untuk bernyanyi? Kau bilang kau nada yang sesungguhnya Tapi noktahmu yang menjadikannya nyaring tak bersua ....... Dan diantara sederetan panjang kegundahan Kau bahkan tak berani mengucap You   put it all, then you keep in silence If only I could turned back time Then I know what I s...

Cerita Hari ini

Sebelumnya, makasih banyak buat ayah-ibu yang pagi-pagi nelfon dan ngedoain <3 . Makasih keluarga Pharma, KSE, sahabat-sahabat SMP-SMA. Makasih temen-temen FFUP. Makasih keluarga Pondok Kaca 2 di Jalan Sayang. Dan khususon, makasih Adit :). Hari ini sesuatu banget. Dari kemarin sampai tadi siang masih ngelanjutin proposal usulan penelitian dan power point buat presentasi UP depan dosen pembimbing. Bahkan disela-sela praktikum masih ngerjain ini wkwk. Kelarlah itu proposal dan ppt sekitar jam 13.00an. Lanjut ke tempat fotocopy an di Asrama Unpad atas buat ngeprint dan motocopy. Kondisinya lagi ujan tuh. Nekat aja nerobos ujan naik motor, berlindung dibalik jas lab lengan pendek haha. Eh, taunya pas ditikungan, aku ga sadar kalo jalanannya licin. Alhasil, dezig! sleding tackle deh di jalan haha, naik motor kepeleset. Dibantuin sama bapak-bapak satpam yang baik hati. Duuh saat itu sih malu, boro-boro kepikiran kaki sakit atau engga. Ditambah lagi 'riweuh' karena har...

Apa yang lebih Mesra dari Doa?

Tak tahu apa, namun risau yang terlihat Dia disana, seorang diri Seperti menunggu bait-bait yang telah lama ia dengar Bait-bait yang tak kunjung menghampiri Tak tahu apa, namun gelisah di wajah Hatinya yang terlantung Dibawa pergi entah dimana Menepi diri hingga semua sunyi Tak tahu apa, namun sulit menjelas Bibirnya kelu, hatinya beradu Disini ia singgah Dan mohon sang Kuasa yang terindah Bibirnya kelu, tak mampu mengucap sesuatu Namun saat hati beradu, rindu dan doa bercampur satu Apa yang lebih mesra dari mendoakan orang yang kau cinta? Berdoa untuk kebaikannya, sesekali menyebut namanya dalam sujud, Apa yang lebih mesra dari doa tulus orang yang mencinta? 21:26 WIB Jalan Sayang, 3 Mei 2016