Langsung ke konten utama

Postingan

-New normal yang dipaksa normal-

Melihat sekarang banyak orang yang jalan-jalan, pergi ke CFD, ke tempat pariwisata, menggelar resepsi pernikahan dengan ramai, dsb. Entah menganggap pandemi ini tidak nyata atau memang sudah sangat bosan dan sangat butuh refreshing agar tetap bisa menikmati hidup. Nyatanya, melihat itu semua kadang membuatku berfikir ; apa iya sebenarnya Covid-19 tidak semenakutkan itu? Apa jangan-jangan aku saja yang terlalu takut atau parnoan?, Toh penularan itu juga salah satunya tergantung lokasi, lamanya paparan, ketaatan terhadap kebersihan tangan, penggunaan masker, dll. Tapi tetap saja, disituasi tertentu seringkali kita tidak sadar kan dengan refleks tubuh kita? Pun juga seringkali abai seperti; - memegang bagian luar masker,  - makser hanya menutupi mulut dengan alasan 'engap,  - tanpa sadar menyentuh wajah,  - lupa mana bagian depan masker dan mana bagian belakang saat akan digunakan kembali,  - lupa dengan jarak minimal 2 meter yang harus dijaga,  - tidak menerapka...
Postingan terbaru

Jakarta Berpuisi

GIF by gfycat.com Aku malu, Pada gedung yang tinggi menjulang Aku sendu, Menatap langit Jakarta yang tanpa bintang Aku sepi, Dibalik riuh kendaraan bermotor yang berderum kencang Aku bimbang, Pada depan yang bernama masa Pada datang yang tak kunjung tiba Pada kerja dalam tanda tanya Pada apa yang sudah kulepas pergi Pada tepi, yang tak terlihat ujung Jakarta, katanya aku boleh istirahat sebentar Tapi ini, diamku menahan beku Duduk didekat jendela Melihat lekat pada malammu Menyendiri, berharap hidup kembali Jakarta, 6 Juni 2020.

Worthwhile Blabbering Thoughts

So, for these past few days, I have been feeling a little gloomy because of the " transition phase " from a career woman to a full-time housewife. I do struggling to keep myself productive. I need to make some lists of what activities I want to do so that I won't feel bored. And here I share you my to-do-list that I am applied on my everyday activity : Writing - I write everything I felt or anything that across my mind. This will help me to communicate with myself, and getting to know myself better. Reading - I read some insightful stories or knowledge to motivate me, myself. Trying new recipe - I learn to cook a new menu everyday. Okay, those all my lists. Now, allow me to write down my (worthwhile) blabbering thoughts. You know, feeling gloomy can easily makes you flashing back to the time when you feel most proud of yourself because of your hard work, in the end, leads you to unlock several achievements. These days, I feel like I don't really know my...

Warm Greetings To You All!

Hi! been a long time I haven't post anything. Well, I can't hold it anymore. I am being honest  here that I really miss to write something. Something that can made my day, something interesting, something that can make me forget about "the well or unwell life" or about "the dreams that seems to be stuck". Oh, well. Let's forget about it, at least for a while. Well, for today only, I am allowing myself to make an excuse of why I don't write often. I have been busy here and there, learning a lot of something new, facing a new phase of life : Married life. And, I am still learning on how to get used to a new circumtance from a career woman to a full-time housewife. (Or maybe it is time for me to start a new degree for my study (?)). Oh, I forgot. I haven't told you about me getting married, eh? okay, here's the story. Me and A Riki, we're getting married on March, 28 where the Covid-19 pandemic was starting to spread to Indonesia (I...

Yang Mulai Berubah

Kalo aku tanya, "apa yang berubah dari pribadi kamu setelah kamu berada di titik ini?" Kamu bakal jawab apa? Kalau aku, aku bakalan jawab : udah mulai ga gengsian. Hehehe Iya, anaknya teh emang gengsian banget. Ga mau aja gitu keliatan peduli. Bahkan, dulu, gengsi banget buat bilang "ayah-ibu yang sehat yaaa" atau "udah makan belum?" Ke ayah-ibu. Apalagi ke temen wkwk. Bahkan sama temen perempuan pun aku ga mau dipeluk. Cuma mau cipika-cipiki sama temen perempuan  yang kiranya aku ga bakal ngerasa insecure haha. Dan iniiiii nyiksa beb. Wkwk. Sampe temen-temen ku bilang "nanti kamu ke suami kamu bakal gimana dong? Masa gengsian". Heu futuristik sekali memang imajinasinya mereka. Wkwk. ((Apakah gengsian ku ini bermula dari nama gengku pas SMP? (Re: geng pas SMP aku namanya GnkShe) wkwk alay banget emang namanya. Tapi merekalah temen main ter-ngangenin kalo lagi pulang kampung)). Kalo kata temen aku, aku tuh mirip tipe tsundere. (Emang iya gitu...

Yang tak bisa kubicarakan dengan gamblang tapi bisa kutuliskan dengan jelas

Dear me, how was your day? Is everything okay? Ada banyak hal yang ternyata ga bisa kamu bicarain dengan gamblang ke orang lain tapi dengan detil bisa kamu tuliskan. Tentang pekerjaan, tujuan, masa depan, mimpi-mimpi yang dulu pernah kamu tekadkan, keluarga, bahkan tentang diri sendiri. Sini, aku ceritain lagi betapa perjuanganmu sampai ke titik ini ga sia-sia. Segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Pasti ada masa nya. ********** Inget ga sih? Dulu, kamu sangat termotivasi untuk S2  --bahkan ke luar negeri. Isi file di laptop kamu, kegiatan kamu, hampir semuanya mengarah kesitu. Berawal dari conference, ketemu temen-temen yang se-mimpi, keterima Youth Connection Japan yang dibina untuk lanjutin studi di Jepang, udah sampe kontakan sama profesor disana, presentasi depan prof nya, sampai-sampai kamu juga jadi founder Pejuang Prestasi --non-profit organization yang ngasih info dan sharing terkait cara studi di LN. Bersyukur kamu ketemu temen-temen yang klop untuk bikin paper bareng...

Lalu Apa?

Dulu, impian dan kekhawatiran yang harus dihadapi adalah lulus apoteker. Alhamdulillah tercapai dengan one shot. Dulu, berkeinginan dapet kerja bulan Februari dan udah bisa mulai kerja di bulan Maretnya. Alhamdulillah terpenuhi. Lalu, sekarang apa? Aku pengen belajar banyak hal di industri ini. Bidang yang jadi tugas ku pun masih banyak yang harus aku pelajari. Setidaknya targetku selama 1 tahun kedepan aku harus udah bisa belajar banyak terkait per-industri farmasi-an ini. Dan ya, aku ga mau ngelupain impian aku buat bisa sekolah setinggi-tingginya -meskipun lulus apoteker aku pada akhirnya memutuskan untuk kerja dulu-. Sekarang ini, aku milih buat ikutan free online course di Coursera sambil mantepin hati bidang apa yang mau aku perdalam untuk S2 kelak. Aku pengen ikut les IELTS di UI. Yang berarti, aku harus PP KRL-an Citeureup-Depok. Tantangannya ada di waktu. Kapan aku bisa komitmen pulang tenggo dari kantor dan ngejar KRL ke UI. Dan untuk pulangnya, jam berapa maksimal KRL ...