Melihat sekarang banyak orang yang jalan-jalan, pergi ke CFD, ke tempat pariwisata, menggelar resepsi pernikahan dengan ramai, dsb. Entah menganggap pandemi ini tidak nyata atau memang sudah sangat bosan dan sangat butuh refreshing agar tetap bisa menikmati hidup. Nyatanya, melihat itu semua kadang membuatku berfikir ; apa iya sebenarnya Covid-19 tidak semenakutkan itu? Apa jangan-jangan aku saja yang terlalu takut atau parnoan?, Toh penularan itu juga salah satunya tergantung lokasi, lamanya paparan, ketaatan terhadap kebersihan tangan, penggunaan masker, dll. Tapi tetap saja, disituasi tertentu seringkali kita tidak sadar kan dengan refleks tubuh kita? Pun juga seringkali abai seperti; - memegang bagian luar masker, - makser hanya menutupi mulut dengan alasan 'engap, - tanpa sadar menyentuh wajah, - lupa mana bagian depan masker dan mana bagian belakang saat akan digunakan kembali, - lupa dengan jarak minimal 2 meter yang harus dijaga, - tidak menerapka...
GIF by gfycat.com Aku malu, Pada gedung yang tinggi menjulang Aku sendu, Menatap langit Jakarta yang tanpa bintang Aku sepi, Dibalik riuh kendaraan bermotor yang berderum kencang Aku bimbang, Pada depan yang bernama masa Pada datang yang tak kunjung tiba Pada kerja dalam tanda tanya Pada apa yang sudah kulepas pergi Pada tepi, yang tak terlihat ujung Jakarta, katanya aku boleh istirahat sebentar Tapi ini, diamku menahan beku Duduk didekat jendela Melihat lekat pada malammu Menyendiri, berharap hidup kembali Jakarta, 6 Juni 2020.