Langsung ke konten utama

Warm Greetings To You All!

Hi! been a long time I haven't post anything. Well, I can't hold it anymore. I am being honest  here that I really miss to write something. Something that can made my day, something interesting, something that can make me forget about "the well or unwell life" or about "the dreams that seems to be stuck". Oh, well. Let's forget about it, at least for a while.

Well, for today only, I am allowing myself to make an excuse of why I don't write often.

I have been busy here and there, learning a lot of something new, facing a new phase of life : Married life. And, I am still learning on how to get used to a new circumtance from a career woman to a full-time housewife. (Or maybe it is time for me to start a new degree for my study (?)).


Oh, I forgot. I haven't told you about me getting married, eh? okay, here's the story.

Me and A Riki, we're getting married on March, 28 where the Covid-19 pandemic was starting to spread to Indonesia (I hope that this pandemic will end very soon). As the concequence, to minimalize the spread of the virus, we couldn't held wedding reception. Only few people were attending our wedding ceremony (close family only) and of course, we were wearing face mask and also providing alcohol-based handsanitizer as one of the requirements to held the wedding ceremony.

It sounds pathetic in the very beginning because people tend to give their sympathy when they heard about our wedding condition. I was quite uncomfortable hearing them because really, we weren't felt that way because what's most important for us was the marriage itself, not the the wedding celebration.
It was a modest wedding ceremony, not in a cafe that we already planned before but it was totally awesome. We have a memorable marriage story to tell to our future children.

Okay, enough for the story. Now, considering that I'd created this blog since 2012 (woah 8 years already!), and now I can tell that you can see the different pattern of my writing concern in each year regarding me getting older and older (can you see the difference? hehe). So.... again, I want to try my best to commit to write everything that across my mind in this beloved blog of  mine.

Please enjoy and Happy eid mubarak to everyone celebrating!, stay safe! :).


Warm regards from Jakarta,
Larasati Amaranggana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merindu (lagi)

Satu hal yang kubenci dari merindu ; ketika rindu, tapi tak bisa berbuat apa-apa BBM, Whats App, Line, bagiku terlalu tidak instan. Aku tak ingin slow respon . Tapi apa daya, bakatnya mahasiswa yang merantau, ketika rindu yang memuncak namun kondisi keuangan mencekak ; tak punya pulsa. Aku memang sangat ingin menelfon kalian, menanyakan kabar dan memberanikan diri berkata, "Ayah, Ibu, yang sehat ya. Laras sayang kalian". Semua omong kosong jika disandingkan dengan fakta saldo pulsa. Klasik sekali masalah ini. Rasanya ingin UAS secepatnya selesai. Ingin uang beasiswa secepatnya cair. Dan aku bisa pulang dari perantauan. Bertemu dan menghilangkan kerinduan. Malam ini, puncak dari kerinduan itu. Saat kucoba menelfon dengan BBM, Whats App, tapi tak ada jawaban. Gemes. Ingin menelfon tapi tak bisa!. Dan obat dari segala obat rindu ; doa. Diakhir solat ku berdoa, ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluargaku. Jauhkan kami dari siksa api ner...

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...

Inilah (Curcolan) Tugas Farmasis

Intro: Me: anak farmasi yang "ga mau diem" ;  Curiosity tinggi, ibarat bahasa perusahaan yang lagi buka lowongan kerja "any kind of science are welcome". Lebih seneng bikin project sana-sini. Lebih seneng screening mana orang yang bisa berpotensi diajak dalam tim di project. Seneng ketemu orang baru, ngejalin relasi. Seneng ngebuat gagasan dan ide-ide baru untuk dituangkan dalam project dan paper. Ga cuma project spesifik farmasi, tapi juga psikologi ataupun integrated science lainnya. Part-time researcher. Tertarik juga dengan bidang pendidikan dan peningkatan prestasi. Seneng dengan ilmu-ilmu baru. Kemudian, pas liat berita terbaru penyakit yang disosialisasikan dari rumah sakit/puskesmas/ bahkan apoteker yang kerja di industri farmasi ---- me, langsung ngerasa "lho, Ras. Itu juga loh nantinya duniamu. Community pharmacy dan industri farmasi". Me----iyayah, berasa ga nyantai. Inti: Sosialisasi terkait penyakit difteri sedang digencarkan seluas-lua...