Langsung ke konten utama

Yang Mulai Berubah

Kalo aku tanya, "apa yang berubah dari pribadi kamu setelah kamu berada di titik ini?" Kamu bakal jawab apa?

Kalau aku, aku bakalan jawab : udah mulai ga gengsian. Hehehe

Iya, anaknya teh emang gengsian banget. Ga mau aja gitu keliatan peduli. Bahkan, dulu, gengsi banget buat bilang "ayah-ibu yang sehat yaaa" atau "udah makan belum?" Ke ayah-ibu. Apalagi ke temen wkwk. Bahkan sama temen perempuan pun aku ga mau dipeluk. Cuma mau cipika-cipiki sama temen perempuan  yang kiranya aku ga bakal ngerasa insecure haha. Dan iniiiii nyiksa beb. Wkwk.
Sampe temen-temen ku bilang "nanti kamu ke suami kamu bakal gimana dong? Masa gengsian". Heu futuristik sekali memang imajinasinya mereka. Wkwk.

((Apakah gengsian ku ini bermula dari nama gengku pas SMP? (Re: geng pas SMP aku namanya GnkShe) wkwk alay banget emang namanya. Tapi merekalah temen main ter-ngangenin kalo lagi pulang kampung)).

Kalo kata temen aku, aku tuh mirip tipe tsundere. (Emang iya gitu?).
Tapi yang pasti, emang ribet buanget loh jadi orang yang gengsian. Ga mau banget orang mikir aku peduli. Ga mau banget kalo aku nunjukin rasa kasih sayang. Kesiksa sendiri sih wkwk. Dipayungin sama temen sendiri aja gengsi wkwk.

Nah... Tapi sekarang....Alhamdulillah udah jauuuuhhhh berkurang. Aku gatau gimana. Mungkin dunia perkuliahan dan lingkungan perlahan-lahan merubahku wkwk.

Sekarang, aku udah bisa ngomong "beb" ke temen-temen perempuan yang aku rasa udah deket. Aku dengan berani nanya kabar (bahkan ngedahuluin ngechat atau nelfon! Ga gengsi bilang kangen kalo emang lagi ngerasa kangen). Padahal dulu, ih ogah banget wkwkwkwkwkwk.

Sekarang udah ga gengsi dong nanyain ortu udah makan apa belum, lagi ngapain, bilang "ayah-ibu sehat-sehat yaaaa". Ihiw!.

Sekarang, semakin dewasa (bukan tua ya tolong hehe) aku ngerasa ga gengsian itu penting. Terutama ke orang-orang terdekat yang kamu sayang. Dan ya, selamat ya Ras karena sedikit demi sedikit kamu udah ga gengsian wkwk. Horay!.

Bogor, 25 Juli 2019.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merindu (lagi)

Satu hal yang kubenci dari merindu ; ketika rindu, tapi tak bisa berbuat apa-apa BBM, Whats App, Line, bagiku terlalu tidak instan. Aku tak ingin slow respon . Tapi apa daya, bakatnya mahasiswa yang merantau, ketika rindu yang memuncak namun kondisi keuangan mencekak ; tak punya pulsa. Aku memang sangat ingin menelfon kalian, menanyakan kabar dan memberanikan diri berkata, "Ayah, Ibu, yang sehat ya. Laras sayang kalian". Semua omong kosong jika disandingkan dengan fakta saldo pulsa. Klasik sekali masalah ini. Rasanya ingin UAS secepatnya selesai. Ingin uang beasiswa secepatnya cair. Dan aku bisa pulang dari perantauan. Bertemu dan menghilangkan kerinduan. Malam ini, puncak dari kerinduan itu. Saat kucoba menelfon dengan BBM, Whats App, tapi tak ada jawaban. Gemes. Ingin menelfon tapi tak bisa!. Dan obat dari segala obat rindu ; doa. Diakhir solat ku berdoa, ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluargaku. Jauhkan kami dari siksa api ner...

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...

Inilah (Curcolan) Tugas Farmasis

Intro: Me: anak farmasi yang "ga mau diem" ;  Curiosity tinggi, ibarat bahasa perusahaan yang lagi buka lowongan kerja "any kind of science are welcome". Lebih seneng bikin project sana-sini. Lebih seneng screening mana orang yang bisa berpotensi diajak dalam tim di project. Seneng ketemu orang baru, ngejalin relasi. Seneng ngebuat gagasan dan ide-ide baru untuk dituangkan dalam project dan paper. Ga cuma project spesifik farmasi, tapi juga psikologi ataupun integrated science lainnya. Part-time researcher. Tertarik juga dengan bidang pendidikan dan peningkatan prestasi. Seneng dengan ilmu-ilmu baru. Kemudian, pas liat berita terbaru penyakit yang disosialisasikan dari rumah sakit/puskesmas/ bahkan apoteker yang kerja di industri farmasi ---- me, langsung ngerasa "lho, Ras. Itu juga loh nantinya duniamu. Community pharmacy dan industri farmasi". Me----iyayah, berasa ga nyantai. Inti: Sosialisasi terkait penyakit difteri sedang digencarkan seluas-lua...