Langsung ke konten utama

Barisan Puisi

Ada yang hilang

Ada yang berubah

Dari kebiasaanku

Dari hal yang dulu biasa

Dari yang mudah

Kini menjadi agak lebih sulit

Agak lebih rumit

Ada yang hilang,

bahkan berbait-bait puisi

.......

Memandangmu bak mentari,

Namun aslinya itu ilusi.

Memandangmu bak madu,

Namun aslinya rumpun kayu.

Bahkan sebuah simponi,

Bisa jadi hanya ironi.

Opini yang membuatnya begitu manis,

Tapi nyatanya jiwamu yang terisis.

.......

Ini puisi mereka untukmu, dear

Untuk melengkapi apa yang harus kau isi

Masihkah mampu untuk bernyanyi?

Kau bilang kau nada yang sesungguhnya

Tapi noktahmu yang menjadikannya nyaring tak bersua

.......

Dan diantara sederetan panjang kegundahan

Kau bahkan tak berani mengucap

You  put it all, then you keep in silence

If only I could turned back time

Then I know what I should do

.......

I run

Not to reach the finish line

But to know where I start

Could anybody please told me

Where is my starting line?

I hope I got there in early

So deep but true, unpleasant circumstances

Your only one choice: stand strong and face it

.......

Dreams and future plans,

Ambitious,

Yet crowded thoughts,

When you give them shoutout

Then choose the one you might be like

You must

Win

In order to be live

In a peaceful life.

 

Kamis, 12 Mei 2016

19.34 ketika kata cool tidak terdengar cool

Pondok Kaca 2, Desa Sayang, Kec. Jatinangor

Larasati Amaranggana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merindu (lagi)

Satu hal yang kubenci dari merindu ; ketika rindu, tapi tak bisa berbuat apa-apa BBM, Whats App, Line, bagiku terlalu tidak instan. Aku tak ingin slow respon . Tapi apa daya, bakatnya mahasiswa yang merantau, ketika rindu yang memuncak namun kondisi keuangan mencekak ; tak punya pulsa. Aku memang sangat ingin menelfon kalian, menanyakan kabar dan memberanikan diri berkata, "Ayah, Ibu, yang sehat ya. Laras sayang kalian". Semua omong kosong jika disandingkan dengan fakta saldo pulsa. Klasik sekali masalah ini. Rasanya ingin UAS secepatnya selesai. Ingin uang beasiswa secepatnya cair. Dan aku bisa pulang dari perantauan. Bertemu dan menghilangkan kerinduan. Malam ini, puncak dari kerinduan itu. Saat kucoba menelfon dengan BBM, Whats App, tapi tak ada jawaban. Gemes. Ingin menelfon tapi tak bisa!. Dan obat dari segala obat rindu ; doa. Diakhir solat ku berdoa, ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluargaku. Jauhkan kami dari siksa api ner...

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...

Inilah (Curcolan) Tugas Farmasis

Intro: Me: anak farmasi yang "ga mau diem" ;  Curiosity tinggi, ibarat bahasa perusahaan yang lagi buka lowongan kerja "any kind of science are welcome". Lebih seneng bikin project sana-sini. Lebih seneng screening mana orang yang bisa berpotensi diajak dalam tim di project. Seneng ketemu orang baru, ngejalin relasi. Seneng ngebuat gagasan dan ide-ide baru untuk dituangkan dalam project dan paper. Ga cuma project spesifik farmasi, tapi juga psikologi ataupun integrated science lainnya. Part-time researcher. Tertarik juga dengan bidang pendidikan dan peningkatan prestasi. Seneng dengan ilmu-ilmu baru. Kemudian, pas liat berita terbaru penyakit yang disosialisasikan dari rumah sakit/puskesmas/ bahkan apoteker yang kerja di industri farmasi ---- me, langsung ngerasa "lho, Ras. Itu juga loh nantinya duniamu. Community pharmacy dan industri farmasi". Me----iyayah, berasa ga nyantai. Inti: Sosialisasi terkait penyakit difteri sedang digencarkan seluas-lua...