Langsung ke konten utama

Dear Diri Sendiri, Sebuah Cerita Flash Back

Dear diri sendiri,

Aku tulis ini biar bisa kamu inget, bahwa kamu pernah punya cerita seperti ini.


Satu hari setelah ujian OSCE, tepatnya tanggal 5 Desember, kamu bilang mau istirahat dulu, nenangin diri dulu, refreshing. Seharian itu kamu cuma main hp. Biar ga keliatan sia-sia atau buang-buang waktu, kamu sekalian apply-apply kerja dengan ngirim CV ke beberapa perusahaan. Kamu jelasin di badan e-mail bahwa saat ini kamu sedang semester 2 apoteker. Oleh karena itu jika belum bisa memenuhi kriteria dalam waktu dekat ini, semoga kedepannya masih bisa dipertimbangkan jika ada recruitment lagi.


Kemudian...


Senin, 10 Desember 2018 pagi hari, kamu dapet telfon masuk dari PT. X yang ngundang interview kerja hari Selasa. Kamu bilang kamu ga bisa, karena hari Selasa kamu ada sidang kompre. Kamu jelasin bahwa kamu masih studi. Sampai akhirnya ditanya kapan bisa interviewnya? Terus kamu malah bilang "kemungkinan Januari". Polos sekali... Kamu kira itu perusahaan nenek moyangmu?. Yang namanya kita apply kerja ya berati kita yang butuh, bukan mereka. Januari itu kelamaan, mereka bisa aja langsung nerima kandidat lain. 


Oke, kita skip disini. Kalo berjodoh dengan perusahaan itu, semoga ga kemana. Atau kerja di bidang dan bagianmanapun yang ilmunya bisa bermanfaat bagi orang banyak.


Tanggal 11 itu kamu sidang kompre. Sehari sebelumnya kamu udah janjian sama bapak Sol sepatu buat benerin sepatumu yang copot (kalau di lem doang ga akan kuat). Beliau datang ke kosanmu, jam 8 pagi.
Sepatuku yang copot wkwk. Tapi masih suka banget karena nyaman.


Jam 8 pagi coyy bapaknya on time sekali. Makasih banyak ya pak. Semoga sehat dan banyak rezeki pak. Aamiin..

Kamu suka sama hasil perbaikan sepatunya. Lebih kinclong karena di semir lagi, lebih rapi. Dan biayanya wajar. Terima kasih ya Pak. Ini sejarah saya sebelum sidang. Semoga bapak sehat selalu dan lancar usahanya.
After dibenerin. Sukaaak!. Lupa ih tadi ga minta doa buat kelancaran sidang kompre ke bapaknya huhu :"


Setelah sol sepatu, kamu berangkat untuk kerja kelompok. Kamu dapet 2 susu UM. Katanya, 1 nya lagi sebagai reward karena kamu puasa. Ayey!. Terima kasih ya, ini juga menjadi hal yang bakal aku kenang. wehehehe.
Aku dapet 2 hehe.


Ada satu hal lagi yang harus kamu inget. Yaitu Hadist Riwayat Muslim :

"Berkemauan keraslah terhadap sesuatu yang mendatangkan manfaat bagi kamu. Mohonlah pertolongan Allah dan janganlah merasa tidak mampu".


Semangat mengejar mimpi, Ras!. Jangan menyerah, jangan putus asa. Terus impikan hal-hal yang baik. Hal-hal yang bisa kamu lakukan. Carilah keridhoan-Nya. Fightiinnggg!

nb: ngetik ini sambil muter lagu kimi no nawa dan ikimono gakari - Last scene (OST. Your Lie in April) di Youtube hehe (ga penting sih info ini :v).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merindu (lagi)

Satu hal yang kubenci dari merindu ; ketika rindu, tapi tak bisa berbuat apa-apa BBM, Whats App, Line, bagiku terlalu tidak instan. Aku tak ingin slow respon . Tapi apa daya, bakatnya mahasiswa yang merantau, ketika rindu yang memuncak namun kondisi keuangan mencekak ; tak punya pulsa. Aku memang sangat ingin menelfon kalian, menanyakan kabar dan memberanikan diri berkata, "Ayah, Ibu, yang sehat ya. Laras sayang kalian". Semua omong kosong jika disandingkan dengan fakta saldo pulsa. Klasik sekali masalah ini. Rasanya ingin UAS secepatnya selesai. Ingin uang beasiswa secepatnya cair. Dan aku bisa pulang dari perantauan. Bertemu dan menghilangkan kerinduan. Malam ini, puncak dari kerinduan itu. Saat kucoba menelfon dengan BBM, Whats App, tapi tak ada jawaban. Gemes. Ingin menelfon tapi tak bisa!. Dan obat dari segala obat rindu ; doa. Diakhir solat ku berdoa, ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluargaku. Jauhkan kami dari siksa api ner...

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...

Inilah (Curcolan) Tugas Farmasis

Intro: Me: anak farmasi yang "ga mau diem" ;  Curiosity tinggi, ibarat bahasa perusahaan yang lagi buka lowongan kerja "any kind of science are welcome". Lebih seneng bikin project sana-sini. Lebih seneng screening mana orang yang bisa berpotensi diajak dalam tim di project. Seneng ketemu orang baru, ngejalin relasi. Seneng ngebuat gagasan dan ide-ide baru untuk dituangkan dalam project dan paper. Ga cuma project spesifik farmasi, tapi juga psikologi ataupun integrated science lainnya. Part-time researcher. Tertarik juga dengan bidang pendidikan dan peningkatan prestasi. Seneng dengan ilmu-ilmu baru. Kemudian, pas liat berita terbaru penyakit yang disosialisasikan dari rumah sakit/puskesmas/ bahkan apoteker yang kerja di industri farmasi ---- me, langsung ngerasa "lho, Ras. Itu juga loh nantinya duniamu. Community pharmacy dan industri farmasi". Me----iyayah, berasa ga nyantai. Inti: Sosialisasi terkait penyakit difteri sedang digencarkan seluas-lua...