Langsung ke konten utama

A dreamer's story : Hasrat Mimpiku yang Baru

Usia 20an. Okay, lebih tepatnya sekarang udah 23 tahun. Aku ngerasa sifat ambisiusku masih ada, tapi levelnya berkurang ga kaya dulu pas jaman-jaman S1. Well, ambisius disini positif ya, terkait mimpi-mimpi yang mau aku capai dan wujudin. Entah kenapa rasanya semakin bertambah umur progres buat punya mimpi-mimpi baru jadi lebih lambat, mungkin karena sekarang lebih realistis kali yaaa dan banyak hal lain juga yang harus dipikirin.

Saudara-saudara dan beberapa temen pada nyaranin aku buat langsung lanjutin studi S2, dan jadi dosen katanya. Well, I don't know, am I capable enough to be a lecturer?. Aku emang suka banget sama yang namanya kuliah. I mean, aku suka lingkungannya, pendukungan untuk belajar. Dalam kata lain, aku suka ilmu. Even though I know that I am not the smartest student on my class. Bahkan banyak hal lucu terkait peringkat nilai.

Singkat cerita, setelah beberapa lama ini aku belum nemuin "mimpi baru" antara lanjut studi S2 atau kerja (mengingat aku adalah anak pertama, aku sadar baiknya aku kerja buat nguliahin adik aku). Dan setelah beberapa temen cerita bahwa mereka mau S2, aku kagum aja sama mereka yang udah "teteg" sama mimpinya, sama tujuan hidupnya.

Terkait dengan S2, aku pernah nanya ke ibu sampai sejauh mana (batas negara mana) ibu ngijinin aku buat studi. Ibu bilang bebas. Meskipun ibu prefer negara yang deket, semisal Singapura biar bisa sering ketemu karena tiket pesawatnya lebih murah.

And finally, alhamdulillah hari ini aku nemuin hasrat mimpi buat aku perjuangin: lanjutin studi di Karolinska Institutet, dengan beasiwa. Bismillah, semoga Allah ridho. I really want to be a researcher, a research scientist. Iya, peneliti yang udah lintas global gitu. Level internasional. Yaa yang namanya mimpi kan mending sekalian yang tinggi yaa.

Dari dulu aku suka banget bergerak dibidang pendidikan dan kesehatan. Ngebayangin diri kita bisa berkontribusi untuk dunia dibidang yang kita tekuni itu rasanya waw banget. Menemukan obat baru, membantu meningkatkan kesehatan global, dsb. Bukan soal gaji berapa, tapi soal kamu udah berkontribusi dan sebermanfaat apa.

Beasiswa dari pemerintah Swedia untuk intake di tahun 2018 udah ditutup. Dan kemungkingan akan buka lagi di akhir tahun 2018-awal tahun 2019. Berhubung tadi sedikit baca terkait beasiswa SISS yang mensyaratkan pengalaman kerja 3.000 jam dan akan ada nilai lebih bagi para pelamar yang kerja dibidang yang ngebantu suitable development goals nya UN, jadi kemungkinan setelah lulus apoteker nanti (februari 2019 aamiin) aku mau nyoba apply beasiswa lain atau bahkan cari kerja yang emang berhubungan dengan SDGs. Rasanya seru bisa ngebantu ngewujudin SDGs. Sekecil apapun kontribusi kita, walaupun ga kedenger dan ga ke ekspos, tapi pasti bermanfaat banget.

Kenapa aku suka sama ilmu?
Entah. Balik lagi, aku tau aku bukan anak terpinter. Cum laude pas S1 aja kagak. Tapi ada kebahagiaan tersendiri ketika dosen-dosen nyeritain tentang perkembangan ilmu diluar sana. Tentang kemajuan teknologi dan kesehatan. Mata aku sering banget melebar ketika denger penelitian skripsi yang dilakuin temen-temen. Saking seneng dan antusianya denger penelitian mereka. Rasanya aku pengen ikut berkontribusi disitu, menjadi saksi perkembangan dunia kesehatan, dan berperan didalamnya. Dan, karena menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, juga karena orang yang berilmu diangkat derajatnya sama Allah. Dimudahkan jalannya menuju syurga. Aku ingin bermanfaat, bagi kehidupan di dunia dan di akhirat.

Semoga Allah ridho dengan impianku ini. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merindu (lagi)

Satu hal yang kubenci dari merindu ; ketika rindu, tapi tak bisa berbuat apa-apa BBM, Whats App, Line, bagiku terlalu tidak instan. Aku tak ingin slow respon . Tapi apa daya, bakatnya mahasiswa yang merantau, ketika rindu yang memuncak namun kondisi keuangan mencekak ; tak punya pulsa. Aku memang sangat ingin menelfon kalian, menanyakan kabar dan memberanikan diri berkata, "Ayah, Ibu, yang sehat ya. Laras sayang kalian". Semua omong kosong jika disandingkan dengan fakta saldo pulsa. Klasik sekali masalah ini. Rasanya ingin UAS secepatnya selesai. Ingin uang beasiswa secepatnya cair. Dan aku bisa pulang dari perantauan. Bertemu dan menghilangkan kerinduan. Malam ini, puncak dari kerinduan itu. Saat kucoba menelfon dengan BBM, Whats App, tapi tak ada jawaban. Gemes. Ingin menelfon tapi tak bisa!. Dan obat dari segala obat rindu ; doa. Diakhir solat ku berdoa, ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluargaku. Jauhkan kami dari siksa api ner...

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...

Inilah (Curcolan) Tugas Farmasis

Intro: Me: anak farmasi yang "ga mau diem" ;  Curiosity tinggi, ibarat bahasa perusahaan yang lagi buka lowongan kerja "any kind of science are welcome". Lebih seneng bikin project sana-sini. Lebih seneng screening mana orang yang bisa berpotensi diajak dalam tim di project. Seneng ketemu orang baru, ngejalin relasi. Seneng ngebuat gagasan dan ide-ide baru untuk dituangkan dalam project dan paper. Ga cuma project spesifik farmasi, tapi juga psikologi ataupun integrated science lainnya. Part-time researcher. Tertarik juga dengan bidang pendidikan dan peningkatan prestasi. Seneng dengan ilmu-ilmu baru. Kemudian, pas liat berita terbaru penyakit yang disosialisasikan dari rumah sakit/puskesmas/ bahkan apoteker yang kerja di industri farmasi ---- me, langsung ngerasa "lho, Ras. Itu juga loh nantinya duniamu. Community pharmacy dan industri farmasi". Me----iyayah, berasa ga nyantai. Inti: Sosialisasi terkait penyakit difteri sedang digencarkan seluas-lua...