Langsung ke konten utama

Menengok kegundahan, hanya Engkau yang aku butuhkan

Ya Allah...ketika sedih menyapa, penyesalan menyeruak, perih dan jatuh menghampiri... Sejujurnya aku ingin ada pundak untukku bersandar.
Tapi tidak ya Allah... aku hanya butuh bersujud, mengangis sejadinya, mencurahkan segalanya padaMu, memintaMu untuk memberiku kekuatan, ketabahan.

Ketika kegagalan menghampiri, semangat yang harusnya ada jadi hilang, sejujurnya aku ingin orang lain datang dan bilang padaku, 'Kau pasti bisa'.
Tapi tidak Ya Allah...yang aku butuhkan adalah Engkau yang membisikiku "kamu masih harus banyak belajar" agar menyadarkanku bahwa aku harus terus berusaha.

Ketika kecewa yang begitu dalam menghampiri dan tak ada seorangpun yang peduli dan ingat padaku... Sejujurnya aku ingin ada seseorang yang datang dan berkata 'Sudahlah...hidup terkadang memang tidak berpihak kepada kita. Kuatlah'.
Tapi tidak ya Allah...aku tau yang aku butuhkan adalah Engkau, yang mendekatiku seraya mengucap "Ingatlah Aku diwaktu senang dan sedihmu. Niscaya aku akan selalu mengingatmu"

Ketika sendu menghapus bahagiaku, sejujurnya kuingin seseorang memberiku sebuah humor agar aku dapat tertawa lepas.
Tapi tidak ya Allah, yang aku butuhkan adalah muhasabah diri, sejauh mana aku salah dalam melangkah, lebih jauh pula aku akan lari menuju jalanMu.

Ketika ku lelah, tersesat dan tak tau arah, sejujurnya kuingin ada seseorang yang mencariku dan menggandengku, membantuku membacakan peta agar aku dapat ke tempat tujuanku.
Tapi tidak ya Allah...yang aku butuhkan adalah membaca Al-Qur'anul karim, kitab yang berisi seluruh petunjuk. Dan Engkau akan menuntunku ke jalan yang benar.

Allah...sejauh ini aku melangkah, harusnya kusadar, semua niatanku harusnya hanya untuk mendapatkan ridhoMu.
Ya Allah...sejauh ini aku baru sadar, kesalahan-kesalahn yang kuperbuat, akan membuatku merana dalam jangka waktu yang cukup lama. Maka kuatkan aku ya Rabb... Hanya kepadaMu aku memohon, hanya kepadaMu aku berdo'a. Jika ini memang pelajaran untukku, akan kujalani, akan kuambil setiap hikmah yang ada. Semoga Ridho dan RahmatMu selalu menyertaiku.
Ya Allah yang MahaPengampun...ampunilah khilaf dan dosaku.
    Aamiin..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merindu (lagi)

Satu hal yang kubenci dari merindu ; ketika rindu, tapi tak bisa berbuat apa-apa BBM, Whats App, Line, bagiku terlalu tidak instan. Aku tak ingin slow respon . Tapi apa daya, bakatnya mahasiswa yang merantau, ketika rindu yang memuncak namun kondisi keuangan mencekak ; tak punya pulsa. Aku memang sangat ingin menelfon kalian, menanyakan kabar dan memberanikan diri berkata, "Ayah, Ibu, yang sehat ya. Laras sayang kalian". Semua omong kosong jika disandingkan dengan fakta saldo pulsa. Klasik sekali masalah ini. Rasanya ingin UAS secepatnya selesai. Ingin uang beasiswa secepatnya cair. Dan aku bisa pulang dari perantauan. Bertemu dan menghilangkan kerinduan. Malam ini, puncak dari kerinduan itu. Saat kucoba menelfon dengan BBM, Whats App, tapi tak ada jawaban. Gemes. Ingin menelfon tapi tak bisa!. Dan obat dari segala obat rindu ; doa. Diakhir solat ku berdoa, ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluargaku. Jauhkan kami dari siksa api ner...

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...

Inilah (Curcolan) Tugas Farmasis

Intro: Me: anak farmasi yang "ga mau diem" ;  Curiosity tinggi, ibarat bahasa perusahaan yang lagi buka lowongan kerja "any kind of science are welcome". Lebih seneng bikin project sana-sini. Lebih seneng screening mana orang yang bisa berpotensi diajak dalam tim di project. Seneng ketemu orang baru, ngejalin relasi. Seneng ngebuat gagasan dan ide-ide baru untuk dituangkan dalam project dan paper. Ga cuma project spesifik farmasi, tapi juga psikologi ataupun integrated science lainnya. Part-time researcher. Tertarik juga dengan bidang pendidikan dan peningkatan prestasi. Seneng dengan ilmu-ilmu baru. Kemudian, pas liat berita terbaru penyakit yang disosialisasikan dari rumah sakit/puskesmas/ bahkan apoteker yang kerja di industri farmasi ---- me, langsung ngerasa "lho, Ras. Itu juga loh nantinya duniamu. Community pharmacy dan industri farmasi". Me----iyayah, berasa ga nyantai. Inti: Sosialisasi terkait penyakit difteri sedang digencarkan seluas-lua...