Langsung ke konten utama

Sajak : Ada Apa Dengan Semua Ini

Mari sejenak ketuk hati,
Tanya apakah masih tersimpan rasa cinta dan damai
Tanya apakah keimanan masih terjaga
Tanya apakah kepedulian tetap ada

-----------------------------------------------------------------------------------------

ADA APA DENGAN SEMUA INI

Ada apa dengan semua ini?
Dunia semakin bergejolak
Bergejolak tentang peperangan, jabatan, kekerasan, perbudakan,

Ada apa dengan manusianya?
Kalau bumi ini sudah tidak aman lagi, lantas harus kemana orang-orang yang tidak bersalah?
Harus pindah ke planet lainkah?

Demi kekuasaan, mereka jadi tak kenal ampun
Demi berkuasa, mereka memerangi yang lainnya
Demi sejalan dan sesuara, mereka memaksa yang lain bergabung
Jika ada sedikit saja yang tak sejalan, banyak korban dimusnahkan

Perang, Kekerasan,
disisi lain banyak yang berjuang, melawan, bertahan
bahkan jika dibandingkan dengan teng baja, peasawat tempur, armada lengkap
disisi lain ada yang hanya bertahan dengan senjata racikan sendiri

Penjagalan, pemutusan hubungan kerja, pengkucilan
Kemerdekaan individu dipasung
Ah kalau begitu bohong sekali yang namanya Hak Asasi Manusia
Mana penerapannya? ketika PBB pun diam
Ketika yang kuat dan berkuasa tidak bisa membela yang lemah

Lihat keadaan dunia sekarang,
Keadaan manusianya yang semakin tak karuan
Pembentukan partai ini, kelompok itu, golongan ini, pejuang itu
Tapi ternyata bukan menambah kedamaian, justru berujung makin menyengsarakan
Dimana gerakan perdamaian, huh?

Ada lagi,
Gerakan terselubung, tapi membawa nama islam
Berlaku kejam, membunuh, merampas hak kemerdekaan?
Pembodohan masyarakat

Islam, mengajarkan kedamaian
Islam, rahmatan lil'alamin
Jangan kau salah fungsikan
Apalagi dengan bangganya memakai nama islam tapi keseluruhan aktivitasmu melenceng jauh
Lakumu, namamu, seolah membantu, tapi ternyata kau menjerumuskan
tak ada kedamaian sama sekali
Sesat menyesatkan, bukan begitu?

Ah manusia... berlelah mencari dunia
Bahkan saling sikut, tembak, menjatuhkan
Ibadahlah saja yang benar, teguhkanlah iman kalian
Berpikir jernihlah, yang bathil adalah bathil
jangan kau campur adukan yang bathil dengan kebenaran
lama-lama kau jatuh dalam kesesatan, kesesatan yang nyata

Kemudian yang tau itu bathil malah berdiam, tidak ada gerakan, tidak ada suara
Seolah tidak tahu apa-apa
menutup mata, hati, dan telinga
Berjalan dalam keadaan buta dan tuli


Ah dunia...
Memang semenakjubkan apa dirimu?
Sehingga mampu membuat pemukimnya mabuk kepayang
Ah kekuasaan...
Seberapa jelas bentukmu?
Sehingga mampu membuat pejabatnya candu dan semakin candu
Gerakan otoriter, menghambat kemajuan, pengekangan, justru perbudakan

Ah ketika kebenaran ditutupi kebathilan
Ketika yang benar malah dijatuhkan
dan yang bathil malah diperjuangkan
Ketika manusianya semakin mabuk kepayang
Akan jadi apa?


Ah perdamaian...
Rindu aku melihatmu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merindu (lagi)

Satu hal yang kubenci dari merindu ; ketika rindu, tapi tak bisa berbuat apa-apa BBM, Whats App, Line, bagiku terlalu tidak instan. Aku tak ingin slow respon . Tapi apa daya, bakatnya mahasiswa yang merantau, ketika rindu yang memuncak namun kondisi keuangan mencekak ; tak punya pulsa. Aku memang sangat ingin menelfon kalian, menanyakan kabar dan memberanikan diri berkata, "Ayah, Ibu, yang sehat ya. Laras sayang kalian". Semua omong kosong jika disandingkan dengan fakta saldo pulsa. Klasik sekali masalah ini. Rasanya ingin UAS secepatnya selesai. Ingin uang beasiswa secepatnya cair. Dan aku bisa pulang dari perantauan. Bertemu dan menghilangkan kerinduan. Malam ini, puncak dari kerinduan itu. Saat kucoba menelfon dengan BBM, Whats App, tapi tak ada jawaban. Gemes. Ingin menelfon tapi tak bisa!. Dan obat dari segala obat rindu ; doa. Diakhir solat ku berdoa, ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluargaku. Jauhkan kami dari siksa api ner...

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...

Inilah (Curcolan) Tugas Farmasis

Intro: Me: anak farmasi yang "ga mau diem" ;  Curiosity tinggi, ibarat bahasa perusahaan yang lagi buka lowongan kerja "any kind of science are welcome". Lebih seneng bikin project sana-sini. Lebih seneng screening mana orang yang bisa berpotensi diajak dalam tim di project. Seneng ketemu orang baru, ngejalin relasi. Seneng ngebuat gagasan dan ide-ide baru untuk dituangkan dalam project dan paper. Ga cuma project spesifik farmasi, tapi juga psikologi ataupun integrated science lainnya. Part-time researcher. Tertarik juga dengan bidang pendidikan dan peningkatan prestasi. Seneng dengan ilmu-ilmu baru. Kemudian, pas liat berita terbaru penyakit yang disosialisasikan dari rumah sakit/puskesmas/ bahkan apoteker yang kerja di industri farmasi ---- me, langsung ngerasa "lho, Ras. Itu juga loh nantinya duniamu. Community pharmacy dan industri farmasi". Me----iyayah, berasa ga nyantai. Inti: Sosialisasi terkait penyakit difteri sedang digencarkan seluas-lua...