Langsung ke konten utama

Sssstttt..... Ini rahasia

Sssstttt... Ini rahasia, antara aku dan kamu

Sssstttt... Jangan berisik, mendekat kemari dan akan aku ceritakan padamu

Sssstttt... Sekali lagi, ini rahasia

Alkisah pada jaman dahulu kala, sekumpulan orang berhati sombong dan dengki, seolah berbangga diri, atas apa yang dimiliki. Keturunan dijadikan panji. Tahta terus dicari. Hingga akhirnya kenyataan bertepi, nabi terakhir bukan dari suku panji. Seolah hatinya dikunci, dipalingkannya hingga kini. Terus pula memendam dengki.

Alkisah hingga kini, kita lihat di sana-sini. Kerusakan tak kunjung henti. Riuh  teng baja melintasi. Bak kokokan ayam di pagi hari, suara bom mewarnai langit silih berganti.
Seperti tak kunjung letih menembaki.

Entah apa maunya. Terus berbuat kerusakan dimuka bumi. Seperti yang sudah disurati, Al-Isra meneliti.

Yang harus kau tahu sobat, janji Allah itu pasti. Kemenangan kita pasti akan kembali. Rahmat Illahi pasti menghampiri. Doa umat pasti melindungi.

Bayangkan sobat, ada syurga dibalik selimut kelam. Seperti tinggal menunggu waktu untuk pergi. Setiap detiknya berpotensi.

Kau tahu sobat? Aku salut dengan mereka. Seperti tak menyerah dan tak gentar dengan kelompok panji.
Mereka bertahan, seolah telah lupa rasa takut. Mereka para syahidi. Hanya tunduk pada satu-satunya dzat yang harus ditakuti, Illahi Robbi.

Semoga selimut hitam yang mereka rasakan, berbalas manis indah syurgawi. Dan kita selaku mujahid ini, terus berkirim doa tanpa henti.

Kita seiman, kita saudara. Layaknya sebuah tubuh, jika ada bagian tubuh yang sakit, maka seluruh tubuh akan terasa sakit.

Jemput kemenangan syahidi, syurga didekap dalam hati.

Sssttt.... Sudah kubilang, ini rahasia

Sssttt.... Sekarang kau sudah tahu

Sssttt.... Bantu aku sudahi redam amarah ini, rasa pilu mengiris relung hati.

Karena kau sobatku, kau layak tahu rahasia ini :)

Renungan, malam hari yang tenang di langit Cileunyi. Resapi makna Q.S 17 : 1 - 11 .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merindu (lagi)

Satu hal yang kubenci dari merindu ; ketika rindu, tapi tak bisa berbuat apa-apa BBM, Whats App, Line, bagiku terlalu tidak instan. Aku tak ingin slow respon . Tapi apa daya, bakatnya mahasiswa yang merantau, ketika rindu yang memuncak namun kondisi keuangan mencekak ; tak punya pulsa. Aku memang sangat ingin menelfon kalian, menanyakan kabar dan memberanikan diri berkata, "Ayah, Ibu, yang sehat ya. Laras sayang kalian". Semua omong kosong jika disandingkan dengan fakta saldo pulsa. Klasik sekali masalah ini. Rasanya ingin UAS secepatnya selesai. Ingin uang beasiswa secepatnya cair. Dan aku bisa pulang dari perantauan. Bertemu dan menghilangkan kerinduan. Malam ini, puncak dari kerinduan itu. Saat kucoba menelfon dengan BBM, Whats App, tapi tak ada jawaban. Gemes. Ingin menelfon tapi tak bisa!. Dan obat dari segala obat rindu ; doa. Diakhir solat ku berdoa, ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluargaku. Jauhkan kami dari siksa api ner...

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...

Inilah (Curcolan) Tugas Farmasis

Intro: Me: anak farmasi yang "ga mau diem" ;  Curiosity tinggi, ibarat bahasa perusahaan yang lagi buka lowongan kerja "any kind of science are welcome". Lebih seneng bikin project sana-sini. Lebih seneng screening mana orang yang bisa berpotensi diajak dalam tim di project. Seneng ketemu orang baru, ngejalin relasi. Seneng ngebuat gagasan dan ide-ide baru untuk dituangkan dalam project dan paper. Ga cuma project spesifik farmasi, tapi juga psikologi ataupun integrated science lainnya. Part-time researcher. Tertarik juga dengan bidang pendidikan dan peningkatan prestasi. Seneng dengan ilmu-ilmu baru. Kemudian, pas liat berita terbaru penyakit yang disosialisasikan dari rumah sakit/puskesmas/ bahkan apoteker yang kerja di industri farmasi ---- me, langsung ngerasa "lho, Ras. Itu juga loh nantinya duniamu. Community pharmacy dan industri farmasi". Me----iyayah, berasa ga nyantai. Inti: Sosialisasi terkait penyakit difteri sedang digencarkan seluas-lua...