Langsung ke konten utama

Kisah Antara Aku dan Kamu, Dompetku

Halo guys, aku mau sedikit cerita pengalaman konyol nih. Malu sih sebenernya nulis pengalaman yang kaya gini, tapi setidaknya ada hikmahnya, ada contoh yang kalian ga boleh tiru.

Selamat membaca :)

---------------------------
Bentuknya kotak, berwarna ping pias, tidak terlalu lebar. Barang yang sering banget aku bawa semenjak aku punya KTP, KTM, SIM, STNK, dan ATM.
Guess what? Yaps. Dompet. Barang ini udah ga asing buat semua orang, terutama kaum hawa.
Dompet aku tebel, tapi bukan uang kertas isinya. Lebih banyak uang recehnya *efek suka jajan dan tabungan buat bayar parkiran motor, hehe. Terus  isinya kebanyakan struk hasil belanjaan *ceritanya sih sebagai bukti ke ibu, kalo uangnya aku belanjain barang-barang kebutuhan sehari-hari. Hehehe. Tapi nyatanya lain guys, struk itu terus menerus numpuk dan ujung-ujungnya aku buang. Ga pernah aku tunjukin ke ibu. Haha.

Alright guys. Ceritanya waktu itu aku pulang kampus, mampir dulu di tukang ice cream. Kembaliannya ga langsung aku taro di dompet. Nah dompetnya aku masukin lagi deh ke tas.
Nah udah gitu, besok paginya baru aku cek tas dan sadar dompet aku ga ada. Oh ampun....bukan masalah uangnya *karena emang uangnya ga banyak hehe. Tapi karena kartu-kartu tanda pengenalnya yang bikin aku ga ikhlas kalo dompet aku ilang.
Waktu itu aku langsung nelpon Irma, temen aku yang kemarin nganter aku beli ice cream. Dia bilang ga tau, ga ada dompet aku di dia.
Oke, aku makin shock!. Ga ngerti lagi gimana caranya bilang ke orang tua. Tapi aku beraniin buat bilang ke ayah *soalnya kalo langsung bilang ke ibu, pasti diomelin. Makannya bilangnya ke ayah.hehehe.

Singkat cerita, pas liburan, Aku pulang ke Indramayu dan bikin surat pernyataan kehilangan di kantor polisi sana. Ya mau gimana lagi? Aku butuh pengganti KTP, KTM, ATM, dan SIM secepatnya. Biar tenanglah hidup aku kalo bepergian di Jatinangor, Sumedang.

Nah, Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan cepat. Hari itu juga aku bikin ulang KTP, dan ATM. Aku foto copy surat kehilangan lumayan banyak, biar bisa bikin ulang KTM.

Pas ditanya pak polisi kenapa dompet bisa ilang, aku bilang kemungkinan dicopet pas perjalanan disekitar Indramayu. Astagfirullah...padahal aku sendiri ga yakin gimana itu dompet bisa ga ada di tas. Aku udah nyari di kamar, di kasur, tetep ga ada. Hah, Laras...Laras...
Sampai-sampai aku juga udah mention ke twitter kampus kalo dompet aku ilang dan diretweet sama beberapa orang. Semakin yakinlah aku kalo dompet aku bener-bener ga ada. Atau mungkin dompetnya jatuh di jalan. Untungnya aku masih punya simpenan uang bekas kembalian beli ice cream waktu itu. Hehe.

Nah pas balik lagi ke Jatinangor, aku udah punya KTP sementara *bukan yang e-KTP, sama punya ATM pengganti, yang lama udah diblokir, wanti-wanti biar ga dibobol isinya. Untungnya saat itu aku belum punya SIM. Berabe kan kalo harus bikin SIM ulang...
Terus besoknya aku langsung ke rektorat, ngurus-ngurus bikin KTM baru.

Ternyata guys, ya Allah maafkan hambaMu ini.... Dompet aku bukan dicopet, bukan juga jatoh di jalan. Tapi jatoh dibawah kursi rumah. Haha finally I found you -____-. Kenapa aku tau itu dompet ada dibawah kursi?
Sore itu aku lagi rajin nyapu rumah. Tau-tau nemu benda kotak yang ga asing, yah itulah sekilas cerita pertemuan antara aku dan dompetku. Ya Ampun, ternyata secara ga sadar, pas aku naro tas di kursi, seleting tas nya ngebuka dan dompetnya jatoh. Haha goodjob Ras, dan sekarang kamu jadi punya 2 KTP, 2 ATM, 2 KTM. Great! Dan berita kamu kehilangan dompet udah kesebar dijejaring sosial yang lumayan banyak diretweet. Terus temen-temen kamu juga udah bilang 'sabar ya Ras' dan perkataan lainnya, terus uwa kamu udah bilang blablabla juga buat ngasih saran dan ternyata selama ini dompet kamu ada dibawah kursi?! -____-.

But guys, untungnya pas aku bilang ke ayah ibu kalo dompet aku ternyata ada di bawah kursi, mereka bilang Alhamdulillah. Ya syukurlah mereka ga marah. Hehe. Maafin Laras ya Yah, Bu, Laras udah ngerepotin sampe-sampe harus kejar tayang seharian bikin ulang data pribadi semacam KTP dll. Huehehe.

So guys, maknanya adalah.....lebih hati-hati dan lebih teliti yah.
Tapi ada untungnya juga sih kejadian itu *Astagfirullah.. Soalnya, pas bikin ulang KTM, akhirnya aku bisa masuk ke gedung rektorat. Hehehe

Oke sekian yah, semoga bermanfaat :). Ambil hikmahnya yah, jangan tiru yang buruknya :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merindu (lagi)

Satu hal yang kubenci dari merindu ; ketika rindu, tapi tak bisa berbuat apa-apa BBM, Whats App, Line, bagiku terlalu tidak instan. Aku tak ingin slow respon . Tapi apa daya, bakatnya mahasiswa yang merantau, ketika rindu yang memuncak namun kondisi keuangan mencekak ; tak punya pulsa. Aku memang sangat ingin menelfon kalian, menanyakan kabar dan memberanikan diri berkata, "Ayah, Ibu, yang sehat ya. Laras sayang kalian". Semua omong kosong jika disandingkan dengan fakta saldo pulsa. Klasik sekali masalah ini. Rasanya ingin UAS secepatnya selesai. Ingin uang beasiswa secepatnya cair. Dan aku bisa pulang dari perantauan. Bertemu dan menghilangkan kerinduan. Malam ini, puncak dari kerinduan itu. Saat kucoba menelfon dengan BBM, Whats App, tapi tak ada jawaban. Gemes. Ingin menelfon tapi tak bisa!. Dan obat dari segala obat rindu ; doa. Diakhir solat ku berdoa, ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluargaku. Jauhkan kami dari siksa api ner...

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...

Inilah (Curcolan) Tugas Farmasis

Intro: Me: anak farmasi yang "ga mau diem" ;  Curiosity tinggi, ibarat bahasa perusahaan yang lagi buka lowongan kerja "any kind of science are welcome". Lebih seneng bikin project sana-sini. Lebih seneng screening mana orang yang bisa berpotensi diajak dalam tim di project. Seneng ketemu orang baru, ngejalin relasi. Seneng ngebuat gagasan dan ide-ide baru untuk dituangkan dalam project dan paper. Ga cuma project spesifik farmasi, tapi juga psikologi ataupun integrated science lainnya. Part-time researcher. Tertarik juga dengan bidang pendidikan dan peningkatan prestasi. Seneng dengan ilmu-ilmu baru. Kemudian, pas liat berita terbaru penyakit yang disosialisasikan dari rumah sakit/puskesmas/ bahkan apoteker yang kerja di industri farmasi ---- me, langsung ngerasa "lho, Ras. Itu juga loh nantinya duniamu. Community pharmacy dan industri farmasi". Me----iyayah, berasa ga nyantai. Inti: Sosialisasi terkait penyakit difteri sedang digencarkan seluas-lua...