Entahlah, jangan tanya mengapa tiba-tiba aku ingin menulis tentang ini. Lebih kepada perasaan, tapi bukan titisan kelemahan. Hanya ingin memperkuat pengertian. Memahami lebih dalam akan makna hati dalam kehidupan. Semoga bisa menjadi amalan, dan berbuah menjadi kebaikan.
Bukan dari tulang ubun ia dicipta
Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
Tak juga dari tulang kaki
Karena nista menjadikannya nista dan diperbudak
Tetapi dari rusuk kiri
Dekat ke hati untuk dicintai
Dekat ke tangan untuk dilindungi
Dikutip dari buku Karya Salim Akhukum Fillah, Agar Bidadari Cemburu Padamu
Urusan hati. Sulit ditebak namun harus bisa dikendali. Jangan biarkan perasaan yang menguasai hati, tapi jadikanlah hati yang dapat menguasai perasaan. Lebih mulia jika bisa menempatkan perasaan pada porsi dan posisi yang tepat. Bukan so kuat, bukan...bukan pula tak berani atau munafik. Urusan hati memang harus selalu bisa dikendali. Bisa dikaitkan dengan kesabaran, atau penantian.
Yang pasti, jangan terus perasaan dicurahi, tapi buat agar jadi memperbaiki diri.
Sekilah teringat kisah Ali dan Fatimah.....“Seperti Fathimah dan Ali, saling mencintai dalam kerahasiaan yang paling rapat, kepasrahan paling kuat, dan ikhtiyar suci yang menemukan jalannya...dengan karunia Allah!Jika kita husnuzhzhan padaNya...” ― Salim Akhukum Fillah, Agar Bidadari Cemburu Padamu
Hei, kuatkan diri kuatkan hati.
Bukan dari tulang ubun ia dicipta
Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
Tak juga dari tulang kaki
Karena nista menjadikannya nista dan diperbudak
Tetapi dari rusuk kiri
Dekat ke hati untuk dicintai
Dekat ke tangan untuk dilindungi
Dikutip dari buku Karya Salim Akhukum Fillah, Agar Bidadari Cemburu Padamu
Urusan hati. Sulit ditebak namun harus bisa dikendali. Jangan biarkan perasaan yang menguasai hati, tapi jadikanlah hati yang dapat menguasai perasaan. Lebih mulia jika bisa menempatkan perasaan pada porsi dan posisi yang tepat. Bukan so kuat, bukan...bukan pula tak berani atau munafik. Urusan hati memang harus selalu bisa dikendali. Bisa dikaitkan dengan kesabaran, atau penantian.
Yang pasti, jangan terus perasaan dicurahi, tapi buat agar jadi memperbaiki diri.
Sekilah teringat kisah Ali dan Fatimah.....“Seperti Fathimah dan Ali, saling mencintai dalam kerahasiaan yang paling rapat, kepasrahan paling kuat, dan ikhtiyar suci yang menemukan jalannya...dengan karunia Allah!Jika kita husnuzhzhan padaNya...” ― Salim Akhukum Fillah, Agar Bidadari Cemburu Padamu
Hei, kuatkan diri kuatkan hati.
Komentar
Posting Komentar