Langsung ke konten utama

Selamat Idul Adha

Selamat Hari Raya Idul Adha :)

Setelah kemarin kita menjalankan puasa arofah, semoga ibadah kita diterima Allah, diampuni dosa-dosa setahun sebelum dan setahun sesudahnya, aamiin...

Ngomongin masalah hari raya (lebaran), pasti nyambung sama moment mudik. Wah....

Nah aku punya cerita pengalaman mudik idul adha (3 Oktober 2014)

Jadi, kemarin itu aku nunggu bis pas ba'da ashar. Terus alhamdulillah dapet kenalan sama temen-temen yang tujuannya ke Indramayu juga. Jadi, kita nunggu bareng (ga forever alone. Hehe)

Sampai magrib, kita masih belum dapet bis karena bis tujuan kita pada penuh. Dan kita nolak kalau harus berdesakkan dengan kerumunan orang yang berdiri di dalamnya tanda ga dapet tempat duduk. Jadi intinya, kita nolakkin bis yang lewat. Yaiyalah, jumlah kita 5 orang. Dan harus masuk bis yang udah penuh gitu? Engga, makasih. Hehehe. Bukan, bukan ga mau berkorban atau manja karena ga mau desak-desakkan. Tapi itu emang isi bisnya udah over kapasitas, ga mau nyari bahaya dengan kita masuk ke sana.

Selesai solat magrib dan makan malam, kita belum juga dapet bis. Kita terus nunggu dengan bayangan hari ini harus pulang dan ga boleh dipending.

Semakin malam, justru kita yang ditolak bis berkali-kali (sakitnya tuh di siniiiiii pak supirrr *nunjuk hati :v) *ini bukan berarti hukum karma berlaku yaa hahaha.

Nah sampai akhirnya alhamdulillah jam 21.00 WIB kita dapet bis yang meskipun jurusannya ke daerah Jawa Tengah, tapi seengganya itu bis bakalan lewat Cirebon dan kita bisa turun di sana. Okelah kita masuk meskipun harus berdiri dan pas sampai Majalengka baru dapet tempat duduk. *yang ini ga sampai over kapasitas

Jam 21.00 WIB kita baru dapet bis? Wiiih.... Berasa pejuang bis banget deh nunggu dari tadi. Bahkan salah satu dari kami ada yang nunggu bis dari jam 1 siang. Wow.

Aku kira mudik idul fitri aja yang suasana mudiknya sampai bikin macet. Ternyata mudik idul adha juga, bisa sekitar 3 kali lipat dibandingkan dengan macetnya hari biasa.

Dengan bisikan hati "aku ingin pulang, aku rindu ayah, ibu, dan Adit". Dan restu ortu yang ngerelain aku nekat pulang walau malem (mungkin karena aku pulang bareng temen-temen Indramayu lainnya, ga sendiri). Aku ga ngepending kepulangan.

Sampai di Cirebon jam 23.30, kita nunggu bis ke arah Jakarta cukup lama. Dan alhamdulillah dapet bis luragung Kuningan-Jakarta.

Finally hooooome.......jam 2 dini hari baru sampai rumah. Wah ini pengalaman pertama. Takut? Pasti! Tapi alhamdulillah ga pulang sendiri, bareng temen-temen yang asik (meskipun baru kenal) dan kebetulan lokasi rumah salah satu dari mereka ada yang ga terlalu jauh dari rumah aku. Ga berhenti berdoa buat minta keselamatan dan perlindungan Allah. Yakali, itu malem-malem...semoga ga ada orang yang mikir macem-macem.

Pegal, lelah, ngantuk, sejenak hilang pas ketemu ayah, ibu, dan Adit adikku. Awalnya, turun dari bis aku liat ayah udah di depan mini market buat ngejemput putrinya yang baru sampai jam 2 dini hari.
Dan pas sampai rumah, Adit udah tidur. Tapi ibu yang -aku tau pasti bahwa beliau sangat ngantuk-, masih belum tidur, dengan alasan ga mau aku kebablasan di jalan.

Ya Allah, makasih. Kau lindungi kami, hingga akhirnya kita sampai di rumah dengan selamat. Kau beri kami kesempatan untuk pulang dan bertemu keluarga. Merecharge semangat yang memang kami butuhkan sebagai penyemangat menjelang uts. Ini pengalaman baru. Meskipun takut, tapi alhamdulillah selamat dan....berkesan. Sampai detik ini.

Patrol, 4 Oktober 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merindu (lagi)

Satu hal yang kubenci dari merindu ; ketika rindu, tapi tak bisa berbuat apa-apa BBM, Whats App, Line, bagiku terlalu tidak instan. Aku tak ingin slow respon . Tapi apa daya, bakatnya mahasiswa yang merantau, ketika rindu yang memuncak namun kondisi keuangan mencekak ; tak punya pulsa. Aku memang sangat ingin menelfon kalian, menanyakan kabar dan memberanikan diri berkata, "Ayah, Ibu, yang sehat ya. Laras sayang kalian". Semua omong kosong jika disandingkan dengan fakta saldo pulsa. Klasik sekali masalah ini. Rasanya ingin UAS secepatnya selesai. Ingin uang beasiswa secepatnya cair. Dan aku bisa pulang dari perantauan. Bertemu dan menghilangkan kerinduan. Malam ini, puncak dari kerinduan itu. Saat kucoba menelfon dengan BBM, Whats App, tapi tak ada jawaban. Gemes. Ingin menelfon tapi tak bisa!. Dan obat dari segala obat rindu ; doa. Diakhir solat ku berdoa, ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluargaku. Jauhkan kami dari siksa api ner...

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...

Inilah (Curcolan) Tugas Farmasis

Intro: Me: anak farmasi yang "ga mau diem" ;  Curiosity tinggi, ibarat bahasa perusahaan yang lagi buka lowongan kerja "any kind of science are welcome". Lebih seneng bikin project sana-sini. Lebih seneng screening mana orang yang bisa berpotensi diajak dalam tim di project. Seneng ketemu orang baru, ngejalin relasi. Seneng ngebuat gagasan dan ide-ide baru untuk dituangkan dalam project dan paper. Ga cuma project spesifik farmasi, tapi juga psikologi ataupun integrated science lainnya. Part-time researcher. Tertarik juga dengan bidang pendidikan dan peningkatan prestasi. Seneng dengan ilmu-ilmu baru. Kemudian, pas liat berita terbaru penyakit yang disosialisasikan dari rumah sakit/puskesmas/ bahkan apoteker yang kerja di industri farmasi ---- me, langsung ngerasa "lho, Ras. Itu juga loh nantinya duniamu. Community pharmacy dan industri farmasi". Me----iyayah, berasa ga nyantai. Inti: Sosialisasi terkait penyakit difteri sedang digencarkan seluas-lua...