Ah, hari sudah larut malam. Tapi mataku masih tetap terpaku melihat tulisan pualam
antara bimbang dan tegang, tapi ingin ku bagi agar yang melihat tau bahwa perasaan bisa menerkam
Berawal dari flash back tahunan yang entah. Tapi berharap ini bisa menjadi dakwah
Agar aku, kamu, mereka, dan kita, sama-sama tau bahwa anugerah tak selamanya harus kita curah
Agar aku, kamu, mereka, dan kita, sama-sama tau bahwa yang indah tak selalu harus merekah
Atau...biarkan kelak merekah, tapi diwaktu yang terlimpah
Berlimpah, tapi saat semua boleh tercurah
Kalau waktunya belum tepat? itu namanya berlimbah,
Teringat baitan indah dari saudara sekaligus guruku, pengingatku, Teh Seni Harni. Semoga bisa menjadi pengingat bagi diri, dan pembaca. Iya, kamu juga yang sedang membaca ini.
Dimulai ketika status-status facebook tidak penting itu bermunculan. Mungkin menggelitik hati. Ketika semua masih belum kutahu. Lalu munculah kalimat manis dari Teh Seni di dinding profilku,
penuh dengan cinta karena tak ingin saudarinya kecewa. Penuh dengan lembut karena tak ingin saudarinya terjerembab...
Sudah mencakup semuanya teh, alhamdulillah tersadar. Semua dijadikan pembelajaran. Yang lalu tak boleh terulang, yang sekarang karya lebih utama datang. Terima kasih teh, sangat menyentuh hati.
23:44 WIB. Desember 2014
antara bimbang dan tegang, tapi ingin ku bagi agar yang melihat tau bahwa perasaan bisa menerkam
Berawal dari flash back tahunan yang entah. Tapi berharap ini bisa menjadi dakwah
Agar aku, kamu, mereka, dan kita, sama-sama tau bahwa anugerah tak selamanya harus kita curah
Agar aku, kamu, mereka, dan kita, sama-sama tau bahwa yang indah tak selalu harus merekah
Atau...biarkan kelak merekah, tapi diwaktu yang terlimpah
Berlimpah, tapi saat semua boleh tercurah
Kalau waktunya belum tepat? itu namanya berlimbah,
Teringat baitan indah dari saudara sekaligus guruku, pengingatku, Teh Seni Harni. Semoga bisa menjadi pengingat bagi diri, dan pembaca. Iya, kamu juga yang sedang membaca ini.
Dimulai ketika status-status facebook tidak penting itu bermunculan. Mungkin menggelitik hati. Ketika semua masih belum kutahu. Lalu munculah kalimat manis dari Teh Seni di dinding profilku,
penuh dengan cinta karena tak ingin saudarinya kecewa. Penuh dengan lembut karena tak ingin saudarinya terjerembab...
" Adiku sayang, cinta adalah sebuah anugerah dari Allah dan memiliki rasa itu fitrah. Tapi rasa cinta itu harus tetap dalam kefitrahannya, jangan di rusak dengan hal-hal yang di larang oleh Allah. Cintailah dia karena Allah... Jangan kau ikuti hawa nafsu...
Untuk menjaga hati, jangan kau terus siram rasa itu di dalam hatimu hingga tumbuh subur... Alihkan dengan hal-hal lain yang lebih bermanfaat...
Ingat... Some day Allah akan memberi seseorang yang terbaik untukmu ".
Sudah mencakup semuanya teh, alhamdulillah tersadar. Semua dijadikan pembelajaran. Yang lalu tak boleh terulang, yang sekarang karya lebih utama datang. Terima kasih teh, sangat menyentuh hati.
23:44 WIB. Desember 2014
Bukit Mekar Indah, Cileunyi
Komentar
Posting Komentar