Langsung ke konten utama

Tulisan Pualam

Ah, hari sudah larut malam. Tapi mataku masih tetap terpaku melihat tulisan pualam
antara bimbang dan tegang, tapi ingin ku bagi agar yang melihat tau bahwa perasaan bisa menerkam

Berawal dari flash back tahunan yang entah. Tapi berharap ini bisa menjadi dakwah

Agar aku, kamu, mereka, dan kita, sama-sama tau bahwa anugerah tak selamanya harus kita curah
Agar aku, kamu, mereka, dan kita, sama-sama tau bahwa yang indah tak selalu harus merekah
Atau...biarkan kelak merekah, tapi diwaktu yang terlimpah
Berlimpah, tapi saat semua boleh tercurah

Kalau waktunya belum tepat? itu namanya berlimbah,

Teringat baitan indah dari saudara sekaligus guruku, pengingatku, Teh Seni Harni. Semoga bisa menjadi pengingat bagi diri, dan pembaca. Iya, kamu juga yang sedang membaca ini.

Dimulai ketika status-status facebook tidak penting itu bermunculan. Mungkin menggelitik hati. Ketika semua masih belum kutahu. Lalu munculah kalimat manis dari Teh Seni di dinding profilku,
penuh dengan cinta karena tak ingin saudarinya kecewa. Penuh dengan lembut karena tak ingin saudarinya terjerembab...


" Adiku sayang, cinta adalah sebuah anugerah dari Allah dan memiliki rasa itu fitrah. Tapi rasa cinta itu harus tetap dalam kefitrahannya, jangan di rusak dengan hal-hal yang di larang oleh Allah. Cintailah dia karena Allah... Jangan kau ikuti hawa nafsu...
Untuk menjaga hati, jangan kau terus siram rasa itu di dalam hatimu hingga tumbuh subur... Alihkan dengan hal-hal lain yang lebih bermanfaat...
Ingat... Some day Allah akan memberi seseorang yang terbaik untukmu ".

Sudah mencakup semuanya teh, alhamdulillah tersadar. Semua dijadikan pembelajaran. Yang lalu tak boleh terulang, yang sekarang karya lebih utama datang. Terima kasih teh, sangat menyentuh hati.



23:44 WIB. Desember 2014
Bukit Mekar Indah, Cileunyi


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merindu (lagi)

Satu hal yang kubenci dari merindu ; ketika rindu, tapi tak bisa berbuat apa-apa BBM, Whats App, Line, bagiku terlalu tidak instan. Aku tak ingin slow respon . Tapi apa daya, bakatnya mahasiswa yang merantau, ketika rindu yang memuncak namun kondisi keuangan mencekak ; tak punya pulsa. Aku memang sangat ingin menelfon kalian, menanyakan kabar dan memberanikan diri berkata, "Ayah, Ibu, yang sehat ya. Laras sayang kalian". Semua omong kosong jika disandingkan dengan fakta saldo pulsa. Klasik sekali masalah ini. Rasanya ingin UAS secepatnya selesai. Ingin uang beasiswa secepatnya cair. Dan aku bisa pulang dari perantauan. Bertemu dan menghilangkan kerinduan. Malam ini, puncak dari kerinduan itu. Saat kucoba menelfon dengan BBM, Whats App, tapi tak ada jawaban. Gemes. Ingin menelfon tapi tak bisa!. Dan obat dari segala obat rindu ; doa. Diakhir solat ku berdoa, ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluargaku. Jauhkan kami dari siksa api ner...

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...

Inilah (Curcolan) Tugas Farmasis

Intro: Me: anak farmasi yang "ga mau diem" ;  Curiosity tinggi, ibarat bahasa perusahaan yang lagi buka lowongan kerja "any kind of science are welcome". Lebih seneng bikin project sana-sini. Lebih seneng screening mana orang yang bisa berpotensi diajak dalam tim di project. Seneng ketemu orang baru, ngejalin relasi. Seneng ngebuat gagasan dan ide-ide baru untuk dituangkan dalam project dan paper. Ga cuma project spesifik farmasi, tapi juga psikologi ataupun integrated science lainnya. Part-time researcher. Tertarik juga dengan bidang pendidikan dan peningkatan prestasi. Seneng dengan ilmu-ilmu baru. Kemudian, pas liat berita terbaru penyakit yang disosialisasikan dari rumah sakit/puskesmas/ bahkan apoteker yang kerja di industri farmasi ---- me, langsung ngerasa "lho, Ras. Itu juga loh nantinya duniamu. Community pharmacy dan industri farmasi". Me----iyayah, berasa ga nyantai. Inti: Sosialisasi terkait penyakit difteri sedang digencarkan seluas-lua...