Langsung ke konten utama

9 Mei

9 Mei 1995

Sembilan. Sembilan bulan ia dikandung ibunya. Pasti dengan letih, dengan penuh perjuangan. Bahkan di detik-detik kelahirannya, sang ayah harus melewati pesawahan, ditengah malam buta, untuk mencari bidan.

Sembilan. Sembilan Mei 1995, bertempat di Cilegon, Banten. Alhamdulillah aku lahir ke dunia. Kabarnya ingin diberi nama Mei, seperti bulan lahirku. Tapi akhirnya diberi nama Larasati Amaranggana. Dan ini yang akan kukatakan, aku suka nama Larasati Amaranggana. Konon memiliki arti lurus hati dan tidak suka marah. Aamiin...semoga selalu menjadi doa dan perwujudan. Makasih, ayah, ibu :).

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 Dua puluh tahun kemudian

MUHASABAH DIRI, RAS.
Banyak Tugas yang harus kamu kerjain. Banyak perjalanan yang harus kamu tempuh. Semangat :)

Sudah kepala dua. Sudah semakin dekatkah dengan yang Maha Memiliki hidup?
Sudah semakin bertambahkah keimanan dan ketaqwaan?
Sudah berkualitaskah amalan yaumi?

Yang pasti masih banyak tugas yang harus dikerjakan
Masih banyak mimpi yang harus dicapai
Masih harus mewujudkan salah satu motto hidup, "Belajar, Berprestasi, Berkarya, Berdakwah"
Dan masih banyak yang harus dilakukan ; Perbaikan diri, pemeliharaan diri, peningkatan kualitas diri.

Tahun ke-20
Setiap berkurang umur, setiap itu mula harus menambah pencapaian baru yang tidak hanya untuk kepentinganmu, tapi juga untuk sesama.
Sudah menebar manfaatkah?
Sudah membahagiakan orang tua, keluarga, dan orang disekelilingmu?



Kepala dua. Kadang terbesit memikirkan kepala yang lain (kepala keluarga misalnya). Duh...alamiah sekali :v.  Yang ini ga perlu dijabarin. *langsung skip*

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kalo kata Mark Twain, The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why.

So semangat Laras, cari tau kenapa kamu hidup dan apa tujuan hidupmu. Cari bekal hidup sebanyak-banyaknya. Semangat kan? Yup, pasti :).

You must not be afraid to sparkle a little brighter, darling :D

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Alhamdulillah, bersyukur banget masih dikasih kesempatan buat hidup. Dikasih kemudahan dalam hidup.

Hamasah Laras, Lillah, Lillah, Berkah :)


Bukit Mekar Indah, Cileunyi, 9 Mei 2015
 











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merindu (lagi)

Satu hal yang kubenci dari merindu ; ketika rindu, tapi tak bisa berbuat apa-apa BBM, Whats App, Line, bagiku terlalu tidak instan. Aku tak ingin slow respon . Tapi apa daya, bakatnya mahasiswa yang merantau, ketika rindu yang memuncak namun kondisi keuangan mencekak ; tak punya pulsa. Aku memang sangat ingin menelfon kalian, menanyakan kabar dan memberanikan diri berkata, "Ayah, Ibu, yang sehat ya. Laras sayang kalian". Semua omong kosong jika disandingkan dengan fakta saldo pulsa. Klasik sekali masalah ini. Rasanya ingin UAS secepatnya selesai. Ingin uang beasiswa secepatnya cair. Dan aku bisa pulang dari perantauan. Bertemu dan menghilangkan kerinduan. Malam ini, puncak dari kerinduan itu. Saat kucoba menelfon dengan BBM, Whats App, tapi tak ada jawaban. Gemes. Ingin menelfon tapi tak bisa!. Dan obat dari segala obat rindu ; doa. Diakhir solat ku berdoa, ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluargaku. Jauhkan kami dari siksa api ner...

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...

Inilah (Curcolan) Tugas Farmasis

Intro: Me: anak farmasi yang "ga mau diem" ;  Curiosity tinggi, ibarat bahasa perusahaan yang lagi buka lowongan kerja "any kind of science are welcome". Lebih seneng bikin project sana-sini. Lebih seneng screening mana orang yang bisa berpotensi diajak dalam tim di project. Seneng ketemu orang baru, ngejalin relasi. Seneng ngebuat gagasan dan ide-ide baru untuk dituangkan dalam project dan paper. Ga cuma project spesifik farmasi, tapi juga psikologi ataupun integrated science lainnya. Part-time researcher. Tertarik juga dengan bidang pendidikan dan peningkatan prestasi. Seneng dengan ilmu-ilmu baru. Kemudian, pas liat berita terbaru penyakit yang disosialisasikan dari rumah sakit/puskesmas/ bahkan apoteker yang kerja di industri farmasi ---- me, langsung ngerasa "lho, Ras. Itu juga loh nantinya duniamu. Community pharmacy dan industri farmasi". Me----iyayah, berasa ga nyantai. Inti: Sosialisasi terkait penyakit difteri sedang digencarkan seluas-lua...