Langsung ke konten utama

Awkward Moments Hari ini

Hari ini, hari kedua aku tinggal di kostan (ciee menjelma jadi anak kost. Udah ga PP Antapani-Jatinangor lagi).
It's so windy today. And let me tell you about my todays story.
Hari ini ga tau aku lagi kenapa. Ga tau apa yang salah.
Pagi tadi, jam 8 udah sampe lab fitokim dan langsung bantuin (sebut saja dia bule, because I should not mention his name just to realize that he is narcist enough :P). Ngelanjutin maserasi, terus ngelakuin evaporasi, terus jam 15.00 WIB perwalian. Udah gitu lanjutin evaporasi. Bercanda, ketawa, cerita, lengkaplah waktu-waktu kita di lab. Thank to the best team (we called it Cucumber team) haha you made my days guys but please stop doing the silly things :D.

Nah lanjut nih ceritanya. Selesai dari lab, karena udah sore jadi aku ga pulang ke Antapani. Malem ini mending tidur di kostan, karena besok kudu udah di kampus jam 7 pagi. Sebelum ke kosan, aku ke toko dulu buat nyari colokan listrik. Colokan duduk yang punya tiga kaki (kebayang kan ya yang kayak gimana). Eh ternyata ga ada. Adanya yang dua kaki. Okedeh beli. Pas nyampe kostan, ternyata itu ga ngaruh, ga masuk sama sekali. Nyari lagi deh ke toko lain. Pas aku lagi berusaha ngegembok pager kost, hp aku jatuh, posisinya di halaman kostan. Gubrak! Ini ga lucu. Aku minta tolong teh Eni yang kebetulan lagi diluar kamar buat ambilin hp aku (karena posisinya aku udah diluar pager) dan tetehnya ngebantuin aku ngegembok pager.
Udah gitu aku masukin hp ke kantong rok dan pergi nyari toko yang jual colokan. Aku jalan ngelewatin gang yang ujungnya adalah Pinewood dan Jatos. Pas nyampe di toko, katanya colokan model begitu udah jadul (duh paakk) dan ga ada. Oke deh aku pergi dari toko sambil nelen pil pait (kata 'jadul') wkwk. Pas aku mau naro hp ke saku rok (karena tadi abis nunjukkin foto colokan ke bapaknya), aku baru sadar kunci kamar kost aku ga ada. Ilang. Jatoh. Antah barantah. Ternyata sakunya bolong dan aku baru sadar :(. Well, I lose my rooms key. Great Laras, you can't open the door. Selama perjalanan pulang ke kost, aku jalan nunduk, berharap liat benda kecil nan mengkilat ( the key). Tapi ga nemu :(. Hari udah magrib dan jalanan udah mulai gelap. Pas nyampe kostan, aku bilang ke Teh Eni mau numpang solat magrib. Aku cerita aku keilangan kunci kamar. Dan sampai akhirnya aku harus ngeberaniin diri dateng ke ibu kost buat ceritain masalah ini (padahal udah diwanti-wanti kalo kuncinya ga ada duplikatnya). Pas itu aku berdoa semoga ga kena marah ibu kost. Beuh dag-dig-dug. Antara mikirin malem ini tidur dimana, baju ganti gimana, sementara besok kudu ke kampus pagi-pagi.
Awalnya aku bilang ke ibu kost tentang colokan 3 kaki yang konon jadul itu. Terus katanya besok mau dibenerin (alhamdulillah). Nah terus aku ceritain tentang keilangan kunci itu. Daaaaannnnnnn jedar! Ibunya malah ketawa! Fuhh~… alhamdulillah ga kena marah. Walaupun ga ada duplikatnya. Katanya besok mau dibenerin. Terus, aku masuk kamarnya gimana? Lewat jendela. Iya, lewat jendela!. Beuuhh untung akhwat tangguh, bisa manjat tembok dan masuk kamar kost lewat jendela (ngalem dhewek :P). Dan ini, cerita ini, ditulis sambil minum susu anget. Its so windy today. And a cup of hot milk is a right choice.
I don't know whats wrong with me today. Yang jelas, aku ambil kesimpulan bahwa : kejujuran adalah jalan terbaik. Awalnya ngira bakal kena marah karena kunci kamar ilang, ternyata ibu kost malah ketawa. Ya, be polite. Thats the powerful formula.
Dan kabar baik lain yang aku dapet adalah, besok insya Allah ayah sama ibu bakal ke Bandung. I'll be waiting for you, ayah, ibu. TiTiDijE :)

Jalan Sayang, 18 Agustus 2015
Setelah banyak awkward moments hari ini.

Mungkin lagu yang cocok adalah Big-Big World, Emilia (dengan perubahan lirik :D)
I am a big big girl in a big big world. Its not a big big thing if I lose the key :v.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merindu (lagi)

Satu hal yang kubenci dari merindu ; ketika rindu, tapi tak bisa berbuat apa-apa BBM, Whats App, Line, bagiku terlalu tidak instan. Aku tak ingin slow respon . Tapi apa daya, bakatnya mahasiswa yang merantau, ketika rindu yang memuncak namun kondisi keuangan mencekak ; tak punya pulsa. Aku memang sangat ingin menelfon kalian, menanyakan kabar dan memberanikan diri berkata, "Ayah, Ibu, yang sehat ya. Laras sayang kalian". Semua omong kosong jika disandingkan dengan fakta saldo pulsa. Klasik sekali masalah ini. Rasanya ingin UAS secepatnya selesai. Ingin uang beasiswa secepatnya cair. Dan aku bisa pulang dari perantauan. Bertemu dan menghilangkan kerinduan. Malam ini, puncak dari kerinduan itu. Saat kucoba menelfon dengan BBM, Whats App, tapi tak ada jawaban. Gemes. Ingin menelfon tapi tak bisa!. Dan obat dari segala obat rindu ; doa. Diakhir solat ku berdoa, ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluargaku. Jauhkan kami dari siksa api ner...

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...

Inilah (Curcolan) Tugas Farmasis

Intro: Me: anak farmasi yang "ga mau diem" ;  Curiosity tinggi, ibarat bahasa perusahaan yang lagi buka lowongan kerja "any kind of science are welcome". Lebih seneng bikin project sana-sini. Lebih seneng screening mana orang yang bisa berpotensi diajak dalam tim di project. Seneng ketemu orang baru, ngejalin relasi. Seneng ngebuat gagasan dan ide-ide baru untuk dituangkan dalam project dan paper. Ga cuma project spesifik farmasi, tapi juga psikologi ataupun integrated science lainnya. Part-time researcher. Tertarik juga dengan bidang pendidikan dan peningkatan prestasi. Seneng dengan ilmu-ilmu baru. Kemudian, pas liat berita terbaru penyakit yang disosialisasikan dari rumah sakit/puskesmas/ bahkan apoteker yang kerja di industri farmasi ---- me, langsung ngerasa "lho, Ras. Itu juga loh nantinya duniamu. Community pharmacy dan industri farmasi". Me----iyayah, berasa ga nyantai. Inti: Sosialisasi terkait penyakit difteri sedang digencarkan seluas-lua...