Langsung ke konten utama

212 - Becoming a History of Indonesia

Here I start. The reason why I write this is because my tears flows out and I asked myself,  "what can you do for your Deen?" then my heart whispered, "you understand English, why don't you try to write all of the information about 212 in English just to tell the world how amazing the 212 was". And bismillah... I am trying to write this truthfully. Pardon me if you found some grammatical errors hehe *peace.

This action (December, 2nd, 2016) was originally triggered by accusations that Ahok insulted Islam. He said that we (muslims) are fooled by the ulama about the meaning of surah Al-Maidah. Actually Ahok wants to attack his opponents ahead for the election in February. But he was wrong, the MUI said that he must be prisoned with charges of insulting the Holy Qur'an.

But until now, Ahok has not been prisoned. There is something wrong with the law and we (muslims) want to uphold the justice. so more than 7 million muslims are doing peaceful action in Jakarta (located in National Monument, Istiqlal mosque, Tamrin street) and doing Friday salah together. And there are lots of mujahid who come from Ciamis, hundreds kilo meters from Jakarta. I guarantee that they came, not because they were paid or something about politic. They came purely because they wants to uphold the justice in this beloved country, Indonesia.


All they do today is knock on the sky door!



It is not about who’s right
It is not about who’s the smartest
Likewise not about who’s came from where

It is about our heart which feel piqued

It is about our soul which feel insulted
So there is nothing could hinder us to rise up and haste
We voiced the couplet of justice
We sang the lyric of truth
However difficult the struggle is

Never dither in sacrifice

Because we are not alone

Whoever, wherever, however

We are ready to help and extend our hands
No matter how simple it is
Once more, it is about our heart
Not about existence

But persistence
To convey our conscience - (translated from a video)





Komentar

  1. ini sejarah..

    Jangan lupa, orang indramayu wajib follow http://www.indramayu.top Galeri Foto Indramayu ^_^

    Salam kenal..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merindu (lagi)

Satu hal yang kubenci dari merindu ; ketika rindu, tapi tak bisa berbuat apa-apa BBM, Whats App, Line, bagiku terlalu tidak instan. Aku tak ingin slow respon . Tapi apa daya, bakatnya mahasiswa yang merantau, ketika rindu yang memuncak namun kondisi keuangan mencekak ; tak punya pulsa. Aku memang sangat ingin menelfon kalian, menanyakan kabar dan memberanikan diri berkata, "Ayah, Ibu, yang sehat ya. Laras sayang kalian". Semua omong kosong jika disandingkan dengan fakta saldo pulsa. Klasik sekali masalah ini. Rasanya ingin UAS secepatnya selesai. Ingin uang beasiswa secepatnya cair. Dan aku bisa pulang dari perantauan. Bertemu dan menghilangkan kerinduan. Malam ini, puncak dari kerinduan itu. Saat kucoba menelfon dengan BBM, Whats App, tapi tak ada jawaban. Gemes. Ingin menelfon tapi tak bisa!. Dan obat dari segala obat rindu ; doa. Diakhir solat ku berdoa, ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluargaku. Jauhkan kami dari siksa api ner...

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...

Inilah (Curcolan) Tugas Farmasis

Intro: Me: anak farmasi yang "ga mau diem" ;  Curiosity tinggi, ibarat bahasa perusahaan yang lagi buka lowongan kerja "any kind of science are welcome". Lebih seneng bikin project sana-sini. Lebih seneng screening mana orang yang bisa berpotensi diajak dalam tim di project. Seneng ketemu orang baru, ngejalin relasi. Seneng ngebuat gagasan dan ide-ide baru untuk dituangkan dalam project dan paper. Ga cuma project spesifik farmasi, tapi juga psikologi ataupun integrated science lainnya. Part-time researcher. Tertarik juga dengan bidang pendidikan dan peningkatan prestasi. Seneng dengan ilmu-ilmu baru. Kemudian, pas liat berita terbaru penyakit yang disosialisasikan dari rumah sakit/puskesmas/ bahkan apoteker yang kerja di industri farmasi ---- me, langsung ngerasa "lho, Ras. Itu juga loh nantinya duniamu. Community pharmacy dan industri farmasi". Me----iyayah, berasa ga nyantai. Inti: Sosialisasi terkait penyakit difteri sedang digencarkan seluas-lua...