Langsung ke konten utama

Research Tips for Undergraduate Thesis

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiO-4Y733teHxE-Yj3g5N-bp0v408WBmznRsP2dDQ6T-cXjs59Hi3PN9C89cb2pvTzPzLmjWWrlsiioPDjvrH9m7g2u0NQnp2o7GHrYs4B0NOrZkYrnRJnyGdOWml_WecJxkorYpCK8zaqo/s1600/Meme-lucu-susahnya-mengerjakan-skripsi-05.jpg

Apa yang terlintas dibenakmu ketika denger kata skripsi?

Revisi?
atau
lebih baik resepsi? haha.

Bagi yang notabene jurusan science, penelitian di laboratorium merupakan salah satu contoh kegiatan yang dilakukan untuk menyelesaikan skripsi. Berikut hal-hal yang harus dipahami saat melakukan penelitian tugas akhir dan tipsnya :

Bingung topik riset???
Yups, ini salah satu yang bisa bikin galau para mahasiswa tingkat akhir. Ketika topik riset udah ketemu, baru deh bisa ngajuin judul. Entah itu nanti judulnya langsung di acc atau harus mencari topik riset lain.
Tips kalau kamu ngerasa bingung untuk nentuin topik riset :
1). Join proyek dosen
Banyak loh dosen yang punya proyek penelitian. kalo bisa gabung ngerjain proyek ini, kamu udah ga perlu pusing nentuin topik riset. Tapi tetep harus dipilah-pilih juga, gabung proyek dosen pun punya tantangan tersendiri. Salah satunya deadline-deadline riset yang harus diikuti. Jadi, pilih proyek yang kita minati dan dirasa cukup mumpuni agar kita tidak merasa terbebani. Selain itu, seringkali kita ga terlalu banyak ngeluarin dana jika gabung dengan proyek dosen.

2). Sesuaikan dengan bidang yang diminati untuk S2 nanti
Jangan salah, penelitian kamu saat S1 bisa dikembangkan dan dijadikan bidang penelitian untuk S2 nanti. So, akan lebih enak jika penelitian S1 bisa linear dengan penelitian S2 nanti. Misalnya, kamu berminat mengambil bidang virologi untuk S2 nanti. Tidak ada salahnya jika penelitian S1 ada sangkut pautnya juga dengan virologi. Dengan begini, kesempatan untuk bisa memperdalam virologi semakin besar.

3). Kalau masih bingung juga, setidaknya cari yang bisa dirasakan manfaatnya untuk lingkungan sekitar.
Bisa dicermati dari lingkungan terdekat kita. dari lingkungan keluarga, misalnya.  Jika ada sanak saudara yang menderita penyakit tertentu, kita bisa mencari inovasi obat terbaru yang lebih efektif untuk pengobatan penyakit tersebut. Pendekatan dari lingkungan justru memiliki aspek kebermanfaatan yang lebih terasa secara langsung.

Mengantre penggunaan alat lab
Tidak jarang saat melakukan penelitian dengan alat tertentu, kita harus mengantre. Tipsnya adalah :
1). Deal-deal-an jadwal penggunaan alat
Ini penting banget. Buat jadwal beserta keterangan lama penggunaan alat agar waktu kerja untuk prosedur penelitian kita jelas.

2). Cari alat alternatif lain
Kalau harga alatnya mahal dan ternyata masih harus mengantre, coba cari alternatif alat lain yang memiliki fungsi kerja yang serupa. Misalnya, kita ingin menguapkan ekstrak agar lebih pekat. Selain dengan water bath, kita juga bisa menggunakan oven. Sesuaikan juga dengan sifat senyawa kita, suhu, dan lama waktu yang diperlukan. Atau, jika senyawa kita termostabil, kita bisa menggunakan hair dryer untuk mengentalkan ekstrak (tapi metode ini tidak terlalu disarankan).

Bingung prosedur penelitian
Nah kalau ini, tipsnya adalah :
1). Browsing!!!.
Coba searching dengan berbagai keywords sampai ketemu. Meskipun dari jurnal-jurnal berbahasa asing, lakukan translate.

2). Tanya teman / laboran
Berdiskusi dengan teman, atau tanya teman yang kebetulan memiliki metode penelitian yang serupa. Bisa juga bertanya kepada laboran. Ilmu bisa kita peroleh darisiapapun dan darimanapun. Sharing dengan laboran fakultas ataupun laboran lab central.

3).  Tanya dosen
Tips yang ini mungkin agak lebih bikin deg-degan. iya dong, akan lebih baik jika sebelum bertemu dengan dosen kita sudah memiliki bahan-bahan untuk berdiskusi, bagus lagi jika sudah punya beberapa referensi. Usahakan jangan sampai 'kosong-bolong'.


Jadi, apa aja sifat-sifat yang akan terlatih jika melakukan penelitian???

1). Sabar
2). Telaten
3). Kreatif
4). Detil (time and money management)
5). Tidak malu bertanya
6). Pantang menyerah

Sebenarnya, riset itu justru  karena kita ingin tau dan mencari kebenaran. Data-data pendukung didapat dari sumber yang dipercaya serta akan jadi sumber yang dapat dipercaya. Tidak boleh asal. Dari riset pulalah kita bisa mencerdaskan masyarakat.
Semangat para pejuang!!! semoga dimudahkan dan dilancarkan, aamiin... :).



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merindu (lagi)

Satu hal yang kubenci dari merindu ; ketika rindu, tapi tak bisa berbuat apa-apa BBM, Whats App, Line, bagiku terlalu tidak instan. Aku tak ingin slow respon . Tapi apa daya, bakatnya mahasiswa yang merantau, ketika rindu yang memuncak namun kondisi keuangan mencekak ; tak punya pulsa. Aku memang sangat ingin menelfon kalian, menanyakan kabar dan memberanikan diri berkata, "Ayah, Ibu, yang sehat ya. Laras sayang kalian". Semua omong kosong jika disandingkan dengan fakta saldo pulsa. Klasik sekali masalah ini. Rasanya ingin UAS secepatnya selesai. Ingin uang beasiswa secepatnya cair. Dan aku bisa pulang dari perantauan. Bertemu dan menghilangkan kerinduan. Malam ini, puncak dari kerinduan itu. Saat kucoba menelfon dengan BBM, Whats App, tapi tak ada jawaban. Gemes. Ingin menelfon tapi tak bisa!. Dan obat dari segala obat rindu ; doa. Diakhir solat ku berdoa, ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluargaku. Jauhkan kami dari siksa api ner...

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...

Inilah (Curcolan) Tugas Farmasis

Intro: Me: anak farmasi yang "ga mau diem" ;  Curiosity tinggi, ibarat bahasa perusahaan yang lagi buka lowongan kerja "any kind of science are welcome". Lebih seneng bikin project sana-sini. Lebih seneng screening mana orang yang bisa berpotensi diajak dalam tim di project. Seneng ketemu orang baru, ngejalin relasi. Seneng ngebuat gagasan dan ide-ide baru untuk dituangkan dalam project dan paper. Ga cuma project spesifik farmasi, tapi juga psikologi ataupun integrated science lainnya. Part-time researcher. Tertarik juga dengan bidang pendidikan dan peningkatan prestasi. Seneng dengan ilmu-ilmu baru. Kemudian, pas liat berita terbaru penyakit yang disosialisasikan dari rumah sakit/puskesmas/ bahkan apoteker yang kerja di industri farmasi ---- me, langsung ngerasa "lho, Ras. Itu juga loh nantinya duniamu. Community pharmacy dan industri farmasi". Me----iyayah, berasa ga nyantai. Inti: Sosialisasi terkait penyakit difteri sedang digencarkan seluas-lua...