
Apa yang terlintas dibenakmu ketika denger kata skripsi?
Revisi?
atau
lebih baik resepsi? haha.
Bagi yang notabene jurusan science, penelitian di laboratorium merupakan salah satu contoh kegiatan yang dilakukan untuk menyelesaikan skripsi. Berikut hal-hal yang harus dipahami saat melakukan penelitian tugas akhir dan tipsnya :
Bingung topik riset???
Yups, ini salah satu yang bisa bikin galau para mahasiswa tingkat akhir. Ketika topik riset udah ketemu, baru deh bisa ngajuin judul. Entah itu nanti judulnya langsung di acc atau harus mencari topik riset lain.
Tips kalau kamu ngerasa bingung untuk nentuin topik riset :
1). Join proyek dosen
Banyak loh dosen yang punya proyek penelitian. kalo bisa gabung ngerjain proyek ini, kamu udah ga perlu pusing nentuin topik riset. Tapi tetep harus dipilah-pilih juga, gabung proyek dosen pun punya tantangan tersendiri. Salah satunya deadline-deadline riset yang harus diikuti. Jadi, pilih proyek yang kita minati dan dirasa cukup mumpuni agar kita tidak merasa terbebani. Selain itu, seringkali kita ga terlalu banyak ngeluarin dana jika gabung dengan proyek dosen.
2). Sesuaikan dengan bidang yang diminati untuk S2 nanti
Jangan salah, penelitian kamu saat S1 bisa dikembangkan dan dijadikan bidang penelitian untuk S2 nanti. So, akan lebih enak jika penelitian S1 bisa linear dengan penelitian S2 nanti. Misalnya, kamu berminat mengambil bidang virologi untuk S2 nanti. Tidak ada salahnya jika penelitian S1 ada sangkut pautnya juga dengan virologi. Dengan begini, kesempatan untuk bisa memperdalam virologi semakin besar.
3). Kalau masih bingung juga, setidaknya cari yang bisa dirasakan manfaatnya untuk lingkungan sekitar.
Bisa dicermati dari lingkungan terdekat kita. dari lingkungan keluarga, misalnya. Jika ada sanak saudara yang menderita penyakit tertentu, kita bisa mencari inovasi obat terbaru yang lebih efektif untuk pengobatan penyakit tersebut. Pendekatan dari lingkungan justru memiliki aspek kebermanfaatan yang lebih terasa secara langsung.
Mengantre penggunaan alat lab
Tidak jarang saat melakukan penelitian dengan alat tertentu, kita harus mengantre. Tipsnya adalah :
1). Deal-deal-an jadwal penggunaan alat
Ini penting banget. Buat jadwal beserta keterangan lama penggunaan alat agar waktu kerja untuk prosedur penelitian kita jelas.
2). Cari alat alternatif lain
Kalau harga alatnya mahal dan ternyata masih harus mengantre, coba cari alternatif alat lain yang memiliki fungsi kerja yang serupa. Misalnya, kita ingin menguapkan ekstrak agar lebih pekat. Selain dengan water bath, kita juga bisa menggunakan oven. Sesuaikan juga dengan sifat senyawa kita, suhu, dan lama waktu yang diperlukan. Atau, jika senyawa kita termostabil, kita bisa menggunakan hair dryer untuk mengentalkan ekstrak (tapi metode ini tidak terlalu disarankan).
Bingung prosedur penelitian
Nah kalau ini, tipsnya adalah :
1). Browsing!!!.
Coba searching dengan berbagai keywords sampai ketemu. Meskipun dari jurnal-jurnal berbahasa asing, lakukan translate.
2). Tanya teman / laboran
Berdiskusi dengan teman, atau tanya teman yang kebetulan memiliki metode penelitian yang serupa. Bisa juga bertanya kepada laboran. Ilmu bisa kita peroleh darisiapapun dan darimanapun. Sharing dengan laboran fakultas ataupun laboran lab central.
3). Tanya dosen
Tips yang ini mungkin agak lebih bikin deg-degan. iya dong, akan lebih baik jika sebelum bertemu dengan dosen kita sudah memiliki bahan-bahan untuk berdiskusi, bagus lagi jika sudah punya beberapa referensi. Usahakan jangan sampai 'kosong-bolong'.
Jadi, apa aja sifat-sifat yang akan terlatih jika melakukan penelitian???
1). Sabar
2). Telaten
3). Kreatif
4). Detil (time and money management)
5). Tidak malu bertanya
6). Pantang menyerah
Sebenarnya, riset itu justru karena kita ingin tau dan mencari kebenaran. Data-data pendukung didapat dari sumber yang dipercaya serta akan jadi sumber yang dapat dipercaya. Tidak boleh asal. Dari riset pulalah kita bisa mencerdaskan masyarakat.
Semangat para pejuang!!! semoga dimudahkan dan dilancarkan, aamiin... :).
Komentar
Posting Komentar