Langsung ke konten utama

::: Video Call :::

I can't help my tears. I am trying my best not to cry but it's totally hard.
Jadi aku ngontrol suara aku biar ga kedengeran parau. Setiap kali aku mulai berkaca-kaca, kameranya aku jauhin dari wajah biar ga keliatan. Dan setiap kali mata ibu lagi ga ngadep ke kamera, itulah saat yang tepat buat aku ngusap air mata. Sambil aku atur nada biar kedengeran "biasa", ga lupa tawaan, ledekan, dan senyum lebar aku kasih. Baru ngerasain susahnya tetep stay cool pas video call-an sama ibu. Padahal biasanya selalu berhasil. Baru kali ini air mata beneran jatuh pas lagi video call-an (semoga ga ketauan/ga keliatan karena suara dan posisi kamera udah aku atur sedemikian rupa).

- I am totally fine. I really am. -

Pas awalnya aku nelfon, baru berapa kali bunyi "tuut", telfonnya udah langsung aku tutup. Bukan karena ibu yang lama ngangkat atau aku yang ga sabaran. Justru karena aku keburu nangis duluan bahkan sebelum telfonnya diangkat.

- I am okay. I am totally okay. -

Mom, thank you for all of your kindness. Sabar ya bu, maafin masih belum bisa pulkam sekarang. Semoga maksimal tanggal 20 Juni bisa pulang.

Ga ngerti kenapa hari ini jadi cengeng. Mungkin karena kapasitas kotak perasaannya udah numpuk, alhasil jadi meluber dalam bentuk tangis. It's okay. Kadang air mata adalah obat yang memberikan kelegaan tersendiri.

As I've promised you, myself. That I am never gonna give up.

Dear myself, have a courage and be patient. Something beautiful awaits you 😇.

Semoga penelitiannya dimudahkan dan dilancarkan. Semoga Juli bisa sidang, dan Agustus keterima di Apoteker Unpad.

Jatinangor, saat officially jadi orang terakhir di kostan. Sendirian entah kapan pulkam. Menghitung hari menuju hari lahirnya ibu. Dan menghitung hari menuju hari kemenangan. 18 Juni 2017.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merindu (lagi)

Satu hal yang kubenci dari merindu ; ketika rindu, tapi tak bisa berbuat apa-apa BBM, Whats App, Line, bagiku terlalu tidak instan. Aku tak ingin slow respon . Tapi apa daya, bakatnya mahasiswa yang merantau, ketika rindu yang memuncak namun kondisi keuangan mencekak ; tak punya pulsa. Aku memang sangat ingin menelfon kalian, menanyakan kabar dan memberanikan diri berkata, "Ayah, Ibu, yang sehat ya. Laras sayang kalian". Semua omong kosong jika disandingkan dengan fakta saldo pulsa. Klasik sekali masalah ini. Rasanya ingin UAS secepatnya selesai. Ingin uang beasiswa secepatnya cair. Dan aku bisa pulang dari perantauan. Bertemu dan menghilangkan kerinduan. Malam ini, puncak dari kerinduan itu. Saat kucoba menelfon dengan BBM, Whats App, tapi tak ada jawaban. Gemes. Ingin menelfon tapi tak bisa!. Dan obat dari segala obat rindu ; doa. Diakhir solat ku berdoa, ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluargaku. Jauhkan kami dari siksa api ner...

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...

Inilah (Curcolan) Tugas Farmasis

Intro: Me: anak farmasi yang "ga mau diem" ;  Curiosity tinggi, ibarat bahasa perusahaan yang lagi buka lowongan kerja "any kind of science are welcome". Lebih seneng bikin project sana-sini. Lebih seneng screening mana orang yang bisa berpotensi diajak dalam tim di project. Seneng ketemu orang baru, ngejalin relasi. Seneng ngebuat gagasan dan ide-ide baru untuk dituangkan dalam project dan paper. Ga cuma project spesifik farmasi, tapi juga psikologi ataupun integrated science lainnya. Part-time researcher. Tertarik juga dengan bidang pendidikan dan peningkatan prestasi. Seneng dengan ilmu-ilmu baru. Kemudian, pas liat berita terbaru penyakit yang disosialisasikan dari rumah sakit/puskesmas/ bahkan apoteker yang kerja di industri farmasi ---- me, langsung ngerasa "lho, Ras. Itu juga loh nantinya duniamu. Community pharmacy dan industri farmasi". Me----iyayah, berasa ga nyantai. Inti: Sosialisasi terkait penyakit difteri sedang digencarkan seluas-lua...