Hampir
empat jam kami disana. Awalnya, adik-adiknya pemalu, mereka hanya membalas
pertanyaan kami dengan singkat. Namun, lama kelamaan, mereka mulai dekat dan aktif.
Salah satu dari mereka mengajakku melihat foto dan tulisan yang tertempel di
dinding Panti, banyak dari mereka yang meminta kami untuk mengajari mereka
menggambar, serta berhitung. Mereka cerdas-cerdas. Bahagia sekali rasanya bisa
bertemu mereka. Semoga mereka terus kuat dan sabar, terus berjuang serta tumbuh
menjadi putra-putri bangsa yang penuh dengan kebaikan dan keimanan, Insya
Allah.
Seringkali kita lupa bersyukur.
Atau bahkan, lupa rasanya menikmati kebahagiaan sehingga sulit untuk bersyukur.
Sungguh, bertemu dengan mereka memberiku banyak manfaat ; aku belajar bagaimana
bersyukur. Aku belajar sebuah ketegaran. Diusia semuda itu, mereka dapat
tegar. Melihat mereka, aku jadi teringat kalimat ini, ‘Ketika hidup memberimu
ratusan alasan untuk menangis, tunjukkan bahwa kau punya ribuan alasan untuk
tersenyum’.
Terima kasih, adik-adik. Justru kalian
yang membuat kami tersenyum, kalian yang membuat kami belajar :).
Salam hangat,
Larasati Amaranggana
.jpg)
Komentar
Posting Komentar