Langsung ke konten utama

Merindu (lagi)

Satu hal yang kubenci dari merindu ; ketika rindu, tapi tak bisa berbuat apa-apa

BBM, Whats App, Line, bagiku terlalu tidak instan. Aku tak ingin slow respon. Tapi apa daya, bakatnya mahasiswa yang merantau, ketika rindu yang memuncak namun kondisi keuangan mencekak ; tak punya pulsa. Aku memang sangat ingin menelfon kalian, menanyakan kabar dan memberanikan diri berkata, "Ayah, Ibu, yang sehat ya. Laras sayang kalian". Semua omong kosong jika disandingkan dengan fakta saldo pulsa. Klasik sekali masalah ini.

Rasanya ingin UAS secepatnya selesai. Ingin uang beasiswa secepatnya cair. Dan aku bisa pulang dari perantauan. Bertemu dan menghilangkan kerinduan.

Malam ini, puncak dari kerinduan itu. Saat kucoba menelfon dengan BBM, Whats App, tapi tak ada jawaban. Gemes. Ingin menelfon tapi tak bisa!.

Dan obat dari segala obat rindu ; doa.

Diakhir solat ku berdoa, ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluargaku. Jauhkan kami dari siksa api neraka.
Ya Allah, tolong jaga ayah ibuku, aku sayang mereka. Lindungi mereka, berikan mereka kesehatan, sayangi mereka seperti mereka menyayangiku sedari kecil.

Dan yang ada didalam doaku, semoga aku bisa jadi anak yang solehah bagi kedua orang tuaku. Yang doanya dengan mudah diijabah Allah. Sehingga ketika kumerindu mereka, aku tak perlu terlalu khawatir tentang keadaan ayah ibu. Aku akan berdoa kepada Allah, memohon perlindungan serta kesehatan untuk kedua orang tuaku, dan Allah akan langsung ijabah.

Doa kita, selalu jadi penghapus benteng jarak dan waktu. Doa kita, selalu berpadu satu sama lain sepanjang waktu.

Aku menyanyangi kalian karena Allah.

Ketika rindu berada dipuncaknya.

Antapani, 31 Mei 2015

Komentar

  1. Nice ras :) Akh, aku pun sama. Walaupun UAS tinggal satu matkul lagi. Tapi kegiatan organisasi masih seabreg..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Lala :). Nah iya, kadang organisasi yang seabreg bisa ngepending kepulangan haha. Semangat La organisasi dan kuliahnya. Ditunggu kabar-kabar baiknya. Maaf ya baru bales, baru tau ada komentar :D

      Hapus
  2. Baru tau kamu punya blog ras. Ngomong2 aku baca ini lgsg tertohok. Aku telp Bapak kalo uangnya abis aja, astagfirullah :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gitu deh Bay, karena aku jarang ngepost lagi di blog haha. Astagfirullah... aku juga kadang masih gitu. Sekarang mah kudu dirubah yu jangan cuma pas butuh doang kontekannya :'"). Btw, maaf baru bales, baru tau ada komentar :v

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...

Inilah (Curcolan) Tugas Farmasis

Intro: Me: anak farmasi yang "ga mau diem" ;  Curiosity tinggi, ibarat bahasa perusahaan yang lagi buka lowongan kerja "any kind of science are welcome". Lebih seneng bikin project sana-sini. Lebih seneng screening mana orang yang bisa berpotensi diajak dalam tim di project. Seneng ketemu orang baru, ngejalin relasi. Seneng ngebuat gagasan dan ide-ide baru untuk dituangkan dalam project dan paper. Ga cuma project spesifik farmasi, tapi juga psikologi ataupun integrated science lainnya. Part-time researcher. Tertarik juga dengan bidang pendidikan dan peningkatan prestasi. Seneng dengan ilmu-ilmu baru. Kemudian, pas liat berita terbaru penyakit yang disosialisasikan dari rumah sakit/puskesmas/ bahkan apoteker yang kerja di industri farmasi ---- me, langsung ngerasa "lho, Ras. Itu juga loh nantinya duniamu. Community pharmacy dan industri farmasi". Me----iyayah, berasa ga nyantai. Inti: Sosialisasi terkait penyakit difteri sedang digencarkan seluas-lua...