Langsung ke konten utama

Dari Pekanbaru sampai Kayangan Estate (Rokan Hilir), Riau

Tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II



 Bismillah...


" Terima kasih ya Allah, aku terbang lagi " - Diperjalanan Bandung-Pekanbaru 2 Oktober 2016.


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Keluarga :). 46 mahasiswa dari berbagai jurusan dan dari berbagai Universitas di Indonesia


Halo, ini merupakan kegiatan dari Indofood Leadership Camp IV BISMA Batch 8. Di camp ini, ada 46 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia.

Sebelumnya, terima kasih kepada Yayasan Karya Salemba Empat, PT. Indofood Sukses Makmur Tbk., serta PT. Salim Ivomas Pratama yang merupakan anak dari PT. Indofood. Terima kasih telah mengizinkan saya untuk bisa belajar lebih banyak dan sampai di camp IV ini. Alhamdulillah bersyukur bisa jadi bagian BISMA batch 8 (Beasiswa Indofood Sukses Makmur).


Suatu pengalaman yang luar biasa bisa mengenal lebih dalam tentang perkebunan kelapa sawit di Riau, wilayah Kayangan Estate beserta program kerjanya, dan kegiatan-kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang kami lakukan di sana.

Kayangan Estate berlokasi di Rokan Hilir (sekitar 6-7 jam perjalanan menggunakan bis dari Pekanbaru). Untuk kondisi di sana, cuacanya memang panas karena dilewati garis khatulistiwa. Tapi  jauh dari kata macet, jalanan tanah dan pasir, hampir disepanjang jalan dipenuhi kelapa sawit, tidak bising, bahkan aku pernah berpikir "daerah ini seru untuk ditinggali di masa tua nanti" *loh hehe.

Jadi, selama berada di Kayangan Estate - Rokan Hilir, kami belajar tentang perkebunan kelapa sawit mulai dari penanaman, pemupukan, panen, pengangkutan sawit ke pabrik, perawatan jalan transportasi, divisi-divisi yang ada di areal perkebunan, dll.
Selain itu, kami juga diberikan informasi terkait pengembangan, riset, study tour ke pabrik untuk melihat langsung proses dari mulai biji sawit hingga menjadi minyak, melihat limbahnya yang diolah terlebih dahulu sampai aman kemudian dijadikan sebagai pupuk. Kami juga berkeliling melihat-lihat Kayangan Estate mulai dari TK, SD, SMP, SMA, rumah pintar, rumah manajer dan asistan manajer beserta jajarannya, serta ke rumah-rumah warga untuk belajar tentang Program Kampung Iklim (Proklim) di sana.

Menariknya, hampir di setiap rumah memiliki TOGA (Tanaman Obat Keluarga), menanam sayur-mayur sendiri yang bebas pestisida, ada yang memanfaatkan plastik-plastik bekas, toples, bahkan sepatu sebagai potnya. Ada pula rumah yang memiliki kolam ikan yang terbuat dari terpal tebal yang diikatkan diantara pojokan galian lubang di tanah (kebayang? hehe).

Ada yang masih dikembangkan juga yaitu pemanfaatan kotoran ternak (sapi) untuk bahan bakar gas. Jadi kotoran-kotoran sapi dipanen setiap pagi, ditampung dalam suatu wadah, diberi campuran zat, kemudian gas metananya ditampung dalam plastik bening besar. Dari situ, kemudian plastik berisi gas tersebut bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar gas untuk memasak sehari-hari.

Untuk program-program pengabdian kepada masyarakat, kami membentuk 4 divisi yaitu pendidikan, kesehatan, teknologi, dan entrepreneur. Aku masuk kedalam divisi pendidikan (soalnya seneng kalo main sama anak-anak teh hehehe :v).

Program utama divisi pendidikan yaitu memberikan motivasi belajar bagi pelajar di sana (SD, SMP, SMA). Mulai dari pemutaran video motivasi, pembuatan pohon cita-cita, pemberian dream book, LCC, permainan edukatif, motivasi untuk bisa kuliah, dll.

Program divisi kesehatan menargetkan adik-adik SD dan ibu-ibu yang berkumpul di Posyandu sebagai sasaran pencerdasan.

Program divisi teknologi yaitu membuat alat pembuat briket dan water treatment (mengolah air limbah yang keruh menjadi air yang dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman).

sedangkan program divisi entrepreneur salah satunya yaitu membuat dan memasarkan produk teh kelor sebagai icon khas Kayangan untuk kemudian diteruskan oleh warga setempat.

dan di malam terakhir, kami ada acara penutupan bersama CEO, serta para pejabat+istri.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?".


Foto di Universitas Riau - Pekanbaru



Salah satu yang membuatku tambah senang adalah, aku bisa mengenal anak-anak hebat ini. Mereka tinggal di Pekanbaru disekitar sekretariat KSE Universitas Riau.

Pertama kenal ceritanya selesai solat ashar di mushola. Tiba-tiba banyak anak-anak yang lagi main kejar-kejaran. Keusilanku ningkat dong, hehe. Aku nyoba ajak mereka ngobrol, eh taunya mereka malah makin lari-lari jayus gitu, ngajak main rupanya. Dateng lagi untuk kemudian lari pas aku panggil. Sampe-sampe masuk ke kamar mandi mushola wkwk.

Singkat cerita, aku berhasil ngajak mereka main dan ngobrol-ngobrol di depan gedung serbaguna. Sayangnya, jadwal main kita harus kepending gara-gara besok paginya aku dan lainnya harus pergi ke Rokan Hilir (belum sempet pamitan ke mereka karena mereka sekolah). Di perjalanan berdoa semoga nanti bisa ketemu lagi. Daaannn alhamdulillah sebelum terbang ke Jakarta, pas kami ke Pekanbaru lagi, aku ketemu lagi sama mereka. Mereka masih inget, langsung cerita-cerita dan main bareng. Sampe pas ba'da magrib, aku pamitan ke mereka buat pulang. Duuhh semoga kalian jadi anak yang sholeh dan pinter yaa semoga dimudahkan dalam menggapai cita-cita aamiin.. :)


(Left to right: Zaki - dia pemalu banget tapi alhamdulillah bisa akrab, Vino - dia pinter, dapet juara di kelasnya, Juga - baru kenal di hari terakhir sebelum pamitan pulang, anaknya ceria banget, bisa langsung deket, Akil - Periang, gampang deket juga). Ini kurang 1, harusnya ada Zafran, tapi dia katanya lagi ngejemput kakaknya jadi ga ikut foto bareng.





Komentar

  1. jangan lupa, orang indramayu wajib follow http://www.indramayu.top Galeri Foto Indramayu ^_^
    salam kenal..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merindu (lagi)

Satu hal yang kubenci dari merindu ; ketika rindu, tapi tak bisa berbuat apa-apa BBM, Whats App, Line, bagiku terlalu tidak instan. Aku tak ingin slow respon . Tapi apa daya, bakatnya mahasiswa yang merantau, ketika rindu yang memuncak namun kondisi keuangan mencekak ; tak punya pulsa. Aku memang sangat ingin menelfon kalian, menanyakan kabar dan memberanikan diri berkata, "Ayah, Ibu, yang sehat ya. Laras sayang kalian". Semua omong kosong jika disandingkan dengan fakta saldo pulsa. Klasik sekali masalah ini. Rasanya ingin UAS secepatnya selesai. Ingin uang beasiswa secepatnya cair. Dan aku bisa pulang dari perantauan. Bertemu dan menghilangkan kerinduan. Malam ini, puncak dari kerinduan itu. Saat kucoba menelfon dengan BBM, Whats App, tapi tak ada jawaban. Gemes. Ingin menelfon tapi tak bisa!. Dan obat dari segala obat rindu ; doa. Diakhir solat ku berdoa, ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluargaku. Jauhkan kami dari siksa api ner...

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...

Inilah (Curcolan) Tugas Farmasis

Intro: Me: anak farmasi yang "ga mau diem" ;  Curiosity tinggi, ibarat bahasa perusahaan yang lagi buka lowongan kerja "any kind of science are welcome". Lebih seneng bikin project sana-sini. Lebih seneng screening mana orang yang bisa berpotensi diajak dalam tim di project. Seneng ketemu orang baru, ngejalin relasi. Seneng ngebuat gagasan dan ide-ide baru untuk dituangkan dalam project dan paper. Ga cuma project spesifik farmasi, tapi juga psikologi ataupun integrated science lainnya. Part-time researcher. Tertarik juga dengan bidang pendidikan dan peningkatan prestasi. Seneng dengan ilmu-ilmu baru. Kemudian, pas liat berita terbaru penyakit yang disosialisasikan dari rumah sakit/puskesmas/ bahkan apoteker yang kerja di industri farmasi ---- me, langsung ngerasa "lho, Ras. Itu juga loh nantinya duniamu. Community pharmacy dan industri farmasi". Me----iyayah, berasa ga nyantai. Inti: Sosialisasi terkait penyakit difteri sedang digencarkan seluas-lua...