Langsung ke konten utama

Cerita Hari ini






Sebelumnya, makasih banyak buat ayah-ibu yang pagi-pagi nelfon dan ngedoain <3 . Makasih keluarga Pharma, KSE, sahabat-sahabat SMP-SMA. Makasih temen-temen FFUP. Makasih keluarga Pondok Kaca 2 di Jalan Sayang. Dan khususon, makasih Adit :).

Hari ini sesuatu banget. Dari kemarin sampai tadi siang masih ngelanjutin proposal usulan penelitian dan power point buat presentasi UP depan dosen pembimbing. Bahkan disela-sela praktikum masih ngerjain ini wkwk. Kelarlah itu proposal dan ppt sekitar jam 13.00an. Lanjut ke tempat fotocopyan di Asrama Unpad atas buat ngeprint dan motocopy. Kondisinya lagi ujan tuh. Nekat aja nerobos ujan naik motor, berlindung dibalik jas lab lengan pendek haha. Eh, taunya pas ditikungan, aku ga sadar kalo jalanannya licin. Alhasil, dezig! sleding tackle deh di jalan haha, naik motor kepeleset. Dibantuin sama bapak-bapak satpam yang baik hati. Duuh saat itu sih malu, boro-boro kepikiran kaki sakit atau engga. Ditambah lagi 'riweuh' karena harus cepet-cepet dateng ketemu dosen buat presentasi.

Nah, udah selesai ngopy, langsunglah ketemu sama dosen. Alhamdulillah semuanya lancar. Dan aku diminta ganti pake senyawa bahan alam lain (otomatis ada beberapa bab yang harus diulang wkwk). Okelah, pastinya ini yang terbaik dari Allah.

Hari ini. Hari pertama Adit UN SMP dan aku nyerahin Bab I-III ke dosen pembimbing. Hari ini, hari dimana usiaku berkurang 1. Yaps, kepala 2. Yaps, 21 tahun.

Terima kasih atas doa-doanya, semoga Allah ijabah dan berbalik kebaikan kepada yang memberi doa. Terima kasih atas doa-doanya, baik itu yang terucap secara langsung, via perantara, pun yang di dalam hati.

Daaann  ini yang menurutku paling kocak diantara semuanya. Duh, Adiiitt... haha <3. Kalimat 'ditunggu hadiahnya' wkwk siapa yang ultah, siapa yang minta hadiah :v.


Alhamdulillah, terima kasih yaa Allah. Semoga Engkau makin sayang. aamiin...

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merindu (lagi)

Satu hal yang kubenci dari merindu ; ketika rindu, tapi tak bisa berbuat apa-apa BBM, Whats App, Line, bagiku terlalu tidak instan. Aku tak ingin slow respon . Tapi apa daya, bakatnya mahasiswa yang merantau, ketika rindu yang memuncak namun kondisi keuangan mencekak ; tak punya pulsa. Aku memang sangat ingin menelfon kalian, menanyakan kabar dan memberanikan diri berkata, "Ayah, Ibu, yang sehat ya. Laras sayang kalian". Semua omong kosong jika disandingkan dengan fakta saldo pulsa. Klasik sekali masalah ini. Rasanya ingin UAS secepatnya selesai. Ingin uang beasiswa secepatnya cair. Dan aku bisa pulang dari perantauan. Bertemu dan menghilangkan kerinduan. Malam ini, puncak dari kerinduan itu. Saat kucoba menelfon dengan BBM, Whats App, tapi tak ada jawaban. Gemes. Ingin menelfon tapi tak bisa!. Dan obat dari segala obat rindu ; doa. Diakhir solat ku berdoa, ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluargaku. Jauhkan kami dari siksa api ner...

Halo, Hati.

Jum'at berkah, 26 Agustus 2016 Halo, hati. Apa kabarmu? masih bisa merasakan mana yang benar-benar pilihanmu? atau hanya ingin karena menurutmu itu keren? Hati, pilihlah yang kamu yakin mampu melakukannya. Pilihlah yang sesuai dengan kesiapanmu. Lagi-lagi kita bicara soal 'kadar' dan 'ukuran'. Seringkali aku lupa pelajaran kimia, bagaimana caranya mengukur kadar kemampuan. Tapi aku tidak lupa pelajaran berhitung. Karena yang kutau, setiap hitungan semangat juang, usaha untuk mencoba, dan doa yang terus diulang seringkali mengalahkan rasa ketidakmampuan. Mampu itu relatif, hati. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Pandangan orang lain kah? atau diri sendiri? asal siap saja dengan konsekuensinya. Maaf, hati. Aku terlalu 'ngalor-ngidul'. Sebenarnya hanya untuk memastikanmu. Kau tau kan? kadang aku berfikir apakah aku bodoh dan benar-benar tidak bisa?. Tapi aku percaya kalimat bijak yang legendaris itu, "Tidak ada orang bodoh, yang ada...

Inilah (Curcolan) Tugas Farmasis

Intro: Me: anak farmasi yang "ga mau diem" ;  Curiosity tinggi, ibarat bahasa perusahaan yang lagi buka lowongan kerja "any kind of science are welcome". Lebih seneng bikin project sana-sini. Lebih seneng screening mana orang yang bisa berpotensi diajak dalam tim di project. Seneng ketemu orang baru, ngejalin relasi. Seneng ngebuat gagasan dan ide-ide baru untuk dituangkan dalam project dan paper. Ga cuma project spesifik farmasi, tapi juga psikologi ataupun integrated science lainnya. Part-time researcher. Tertarik juga dengan bidang pendidikan dan peningkatan prestasi. Seneng dengan ilmu-ilmu baru. Kemudian, pas liat berita terbaru penyakit yang disosialisasikan dari rumah sakit/puskesmas/ bahkan apoteker yang kerja di industri farmasi ---- me, langsung ngerasa "lho, Ras. Itu juga loh nantinya duniamu. Community pharmacy dan industri farmasi". Me----iyayah, berasa ga nyantai. Inti: Sosialisasi terkait penyakit difteri sedang digencarkan seluas-lua...